Sathar 72 Siapkan 200 Payung LCLA untuk Terjunkan Bantuan ke Wilayah yang Sulit Dijangkau

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) bersiap mendukung misi airdrop bantuan bagi warga terdampak bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh dengan menggunakan metode Low Cost Low Altitude (LCLA).
Salah satu persiapan dilakukan oleh Satuan Pemeliharaan (Sathar) 72 Depo Pemeliharaan (Depohar) 70 yang menyiapkan 200 payung LCLA di hanggar Sathar 82, Margahayu, Bandung, Minggu (30/11).
Baca Juga: Tiga Prajurit Gugur dalam Penanganan Bencana di Sumbar, Panglima TNI Beri Santunan
Komandan Sathar 72 Letkol Tek Rulli Lisdiyar menjelaskan, metode penerjunan bantuan dengan LCLA memungkinkan paket logistik dijatuhkan langsung ke titik-titik yang sulit dijangkau. Untuk itu, metode tersebut menjadi pilihan efektif dalam kondisi saat ini, khususnya saat akses darat terputus dan infrastruktur rusak.

“Teknik airdrop berbiaya rendah tersebut membantu unsur penerbang menjatuhkan bantuan secara lebih akurat, sehingga distribusi barang penting bagi warga di wilayah terisolir dapat dilakukan lebih cepat,” jelas Dansathar 72 dikutip dari Instagram @militer.udara, Selasa (2/12).
Baca Juga: Kodam IM Kirim 1,5 Ton Bantuan Melalui Udara
Sebelum digunakan, tim teknisi memastikan kelayakan ratusan payung tersebut dengan memeriksa material, keutuhan tali, serta melakukan uji lipat dan paket sistem.
“Kesiapan alat pemeliharaan tak hanya soal aspek teknis, tetapi juga bentuk kontribusi nyata TNI AU dalam mendukung operasi kemanusiaan,” pungkas Letkol Tek Rulli. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































