Satgas Tengkorak Putih Temukan Anak Kecil Terluka di Sarang OPM

Jakarta, IDM - Cerita menarik datang dari Satgas Batalyon Infanteri Raider 303/Setia Sampai Mati (SSM) yang bertugas di Papua. Mereka menemukan anak kecil yang terluka saat berpatroli di salah satu basis kelompok separatis teroris (KST) Papua yaitu Kabupaten Puncak.
"Ketika kami sedang melaksanakan patroli, tiba-tiba melihat anak yang menangis karena kakinya terluka, kemudian dengan sigap kami membawa anak tersebut ke pos untuk mendapatkan pertolongan pertama, karena kondisi tidak bisa jalan," kata Danpos Pintu Jawa Kapten Inf Putut Ardiyansyah dalam keterangan resminya, Selasa, (17/1).
Ia mengatakan anak tersebut berusia lima tahun dan luka yang dialaminya berbahaya dan rentan terinfeksi
"Personel Takes Pos Pintu Jawa langsung mengambil tindakan dengan membersihkan luka dan menjahit luka tersebut sebanyak 3 jahitan," kata Putut.
Lanjutnya, hal ini dilakukan karena selain mengamankan perbatasan Satgas bermaskot tengkorak putih dan pisau komando ini juga memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat, ini semua dilakukan tanpa melihat status maupun kondisi masyarakat, siapapun yang membutuhkan, semaksimal mungkin dibantu.
Baca: Cerita Inspiratif Kopral Haryanto, Sopir Batalyon yang Kini Sukses Jadi Pengusaha Bus
"Sesuai arahan pimpinan kami akan selalu membantu dengan cepat setiap masyarakat yang membutuhkan pertolongan di wilayah binaan kami, ditambah lagi kondisi puskesmas disini cukup jauh dari kampung," kata Putut. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































