Satgas Port Visit TNI AL Dampingi Wapres RI Temui Diaspora Indonesia di Papua Nugini

Jakarta, IDM – Satgas Port Visit TNI AL mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam pertemuan dengan diaspora Indonesia di Port Moresby, Papua Nugini, Senin (15/9).
Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan ikatan emosional antara pemerintah dengan warganya di luar negeri. Wakil presiden menyampaikan apresiasi atas kontribusi diaspora dalam menjaga citra positif bangsa serta mendorong persahabatan Indonesia–Papua Nugini.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menegaskan, kehadiran satgas port visit menunjukkan dukungan nyata terhadap diplomasi pertahanan sekaligus memperkuat kehadiran Indonesia di kawasan Pasifik.
Baca Juga: Kopassus Resmikan Satuan Baru, Ada 23 Batalyon serta 6 Detasemen Anti Teror
“Kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya peran diplomasi TNI AL untuk mendukung kebijakan politik luar negeri,” ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (17/9).
Kegiatan tersebut juga bertepatan dengan peringatan 50 tahun kemerdekaan Papua Nugini, pada 16 September 2025.
“Warga Indonesia di Papua Nugini menyambut antusias acara ini dan merasa bangga dapat bertemu langsung dengan wakil presiden serta menyaksikan kehadiran unsur pertahanan laut Indonesia di negara sahabat,” ucapnya.
Baca Juga: Kodiklatau Cetak Perwira TNI AU Profesional di Bidang Hukum Dirgantara
Sebelumnya, KRI Wahidin Sudirohusodo-991 berangkat dari Sorong, Papua Barat Daya, pada Selasa (9/9) bersama KRI RE Martadinata-331 yang tergabung dalam Satgas Port Visit 2025.
Sebanyak 328 prajurit TNI AL yang on board di kedua kapal ini bertugas melaksanakan misi diplomasi di Papua Nugini selama 14–18 September, meliputi pelayanan kesehatan gratis di KRI Wahidin Sudirohusodo-991, bakti sosial di fasilitas umum dan rumah ibadah, hingga kegiatan olahraga persahabatan dan tur kapal (open ship).
KRI Wahidin Sudirohusodo-991 dan KRI RE Martadinata-331 akan menempuh pelayaran selama 24 hari saat mengarungi perairan Pasifik Selatan, yakni 4-27 September meliputi rute Sorong–Port Moresby–Sorong–Surabaya–Ambon–Port Moresby–Ambon–Surabaya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































