Satgas Pandawa Kostrad Bangun 2 Gereja di Nduga, Datangkan Langsung Material dari Jawa

Jakarta, IDM - Perjuangan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 411/Pandawa Kostrad meraih simpati masyarakat di wilayah Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan terbilang berhasil. Tak main-main pasukan ini berhasil mendirikan dua gereja sekaligus, meskipun harus mendatangkan material bangunannya langsung dari Pulau Jawa melintasi lautan sejauh 3.000 km ke Nduga.
Dilansir dari keterangan Dispenad, Sabtu, (16/3) dikatakan berbagai program teritorial ini dilakukan untuk membantu kesulitan dan menyejahterakan masyarakat seperti program Pos Senyum hingga pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan, dengan gigih dikerjakan para prajurit TNI di tapal batas itu.
Baca Juga: Rencana Sebulan di Mesir, KRI Radjiman Hanya 4 Hari Dropping Bantuan
"Kondisi geografis yang sulit, serta tantangan keamanan dalam proses pembangunan gereja tersebut, berhasil diatasi berkat kolaborasi apik antara TNI dan seluruh elemen masyarakat, termasuk kepala suku hingga tokoh agama setempat," tulis keterangan Dispenad.

Sementara itu, Komandan Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad Letnan Kolonel Inf Subandi mengatakan bahwa pembangunan gereja ini adalah bukti nyata dedikasi pasukan Pandawa Kostrad dalam melayani masyarakat.
Baca Juga: Pangdam III Siliwangi Sambut Prajurit Yonif 300/BJW Usai Tugas di Papua
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam pembangunan ini. Semoga sarana ibadah yang kami bangun dapat bermanfaat, dan masyarakat Papua, khususnya di Nduga, dapat hidup dalam aman dan damai,“ ujarnya.
"Dengan peresmian dua gereja ini, pasukan Pandawa Kostrad telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan di Kabupaten Nduga. Selama gereja tersebut berdiri, masyarakat Kenyam dan Batas Batu akan terus merasakan manfaat dari kehadiran TNI, yang selalu siap membantu dan mendukung kemajuan di daerah mereka. Sejarah baru ini pun menandai makin eratnya hubungan antara TNI dan rakyat Papua," tambahnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































