Pangdam III Siliwangi Sambut Prajurit Yonif 300/BJW Usai Tugas di Papua

Jakarta, IDM - Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Mohammad Fadjar menyambut kembalinya 450 prajurit Yonif 300/Brajawijaya setelah selesai melaksanakan tugas Pamtas RI-PNG bertugas dari Kabupaten Puncak, Papua Tengah selama delapan bulan.
Setelah kembali ke markas, Pangdam Siliwangi kemudian resmi menutup Satgas Mobile 300 Brajawijaya.
Dalam pesannya pada Jumat (15/3) di Markas Yonif 300/Brajawijaya, Cianjur, Fadjar menekankan Prajurit Siliwangi harus memiliki sifat ulah ngerakeun yang artinya dalam berbuat jangan memalukan, baik untuk diri sendiri, keluarga dan satuanmu.
Baca Juga: Satgas KRI Radjiman Ungkap Tantangan Berlayar di Area Konflik Laut Merah
Fadjar juga menyampaikan bahwa Serdadu Siliwangi harus militan dalam pertempuran dan terdepan dalam pembangunan.
“Pentingnya keberanian, sikap militan serta mendukung segala bentuk pembangunan terhadap rencana yang akan dilaksanakan oleh pemerintah,” pesan Fadjar.
Baca Juga: Rencana Sebulan di Mesir, KRI Radjiman Hanya 4 Hari Dropping Bantuan
Usai upacara penyambutan, mewakili negara dan bangsa, Pangdam Siliwangi memberikan penghargaan Satya Lencana Wira Dharma secara simbolis kepada perwakilan anggota Satgas.
“Kalian sebagai pasukan Raider menjadi andalan Kodam III/Siliwangi. Jangan pernah ada sedikitpun keraguan terhadap tugas yang diberikan,” kata Pangdam. (nhn)
Hankam

Tindaklanjuti Instruksi Presiden, TNI Kembali Kerahkan Tim Penyuluh Karhutla ke Sumatra dan Kalimantan
TNI mengerahkan 289 personel Seskoad ke Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan untuk memperkuat edukasi preventif dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































