HANKAM

Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Papua Rampungkan Tugas, Ini Daftar Keberhasilan Misinya

Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Papua
Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Papua rampung mengemban misi dan disambut di Dermaga Madura Koarmada II. (Foto: Dok. Pasmar 2)

Jakarta, IDM – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Mobile Papua rampung menjalankan misi di Bumi Cenderawasih.

Kedatangan satgas disambut upacara yang dipimpin Wakil Komandan Pasmar 2 Brigjen (Mar) Arinto Beny Sarana di Dermaga Madura Koarmada II, Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Senin (5/1).

Secara umum, satgas dinyatakan berhasil mengemban tugas negara dalam melaksanakan misi menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI di wilayah perbatasan, khususnya stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pegunungan Yahukimo.

Baca Juga: TNI Percepat Pembangunan Jembatan di Aceh, Akses Warga Mulai Pulih

Keberhasilan misi yang diperoleh antara lain evakuasi korban guru dan tenaga kesehatan di Distrik Anggruk Yahukimo, operasi pengejaran kali Brazza, operasi jalan gunung, operasi perebutan titik kuat Delta dan pengembalian beberapa anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) ke pangkuan NKRI.

"Selamat datang kembali di satuan induk Pasmar 2, kita semua merasa bahagia dan bangga menyambut kalian di sini,” ucap Wadanpasmar 2 Arinto Beny, dikutip dari laman tni.mil.id, Selasa (6/1).

“Ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas hasil pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada prajurit Batalion Infanteri 1 Marinir dan seluruh yang tergabung, kalian dituntut untuk dapat melaksanakan dengan baik, karena tugas ini adalah tugas yang luhur dan mulia mengorbankan jiwa raga," kata Arinto.

Baca Juga: Universitas Pertahanan Siapkan 100 Titik Sistem Penjernihan di Wilayah Krisis Air

Arinto mengatakan bahwa keberhasilan misi penugasan tentu akan mengangkat derajat dan martabat Korps Marinir sebagai bagian dari TNI Angkatan Laut.

Di akhir amanatnya, Arinto meminta para prajurit terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

“Jadikan setiap pengalaman untuk menempa dan meningkatkan kualitas diri agar lebih sukses pada masa yang akan datang ketika melaksanakan penugasan, konsolidasi dengan sebaik-baiknya, selesaikan tugas kegiatan administrasi serta inventarisasi, sosialisasikan pengetahuan dan pengalaman yang baik dan bermanfaat kepada rekan maupun kesatuan sebagai bagian dari pembinaan satuan," kata Wadanpasmar 2. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.