HANKAM

Universitas Pertahanan Siapkan 100 Titik Sistem Penjernihan di Wilayah Krisis Air

Tim satgas dari Unhan RI
Tim satgas dari Unhan RI, Senin (5/1), memasang sistem penjernihan (reverse osmosis) yang ditargetkan untuk 100 titik di wilayah krisis air. (Foto: Dok. Humas Unhan RI)

Jakarta, IDM – Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) menyiapkan pembangunan 100 titik sistem penjernihan air di berbagai wilayah yang masih dilanda krisis air bersih. Program ini dijalankan bersama TNI sebagai langkah konkret negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui tim satuan tugas (satgas) penjernihan air Unhan RI yang memanfaatkan teknologi reverse osmosis sebagai solusi teknis untuk menghasilkan air layak konsumsi.

Hingga saat ini, progres pemasangan telah mencapai 21 titik atau sekitar 21 persen dari target keseluruhan. Sekitar 90 persen unit telah beroperasi penuh, sementara sisanya masih dalam tahap penyempurnaan teknis ringan.

Baca Juga: TNI Buka Suara soal Penjagaan Prajurit di Ruang Sidang Eks Mendikbudristek Nadiem

Komandan Satgas Penjernihan Air Unhan RI, Kolonel Inf Adam Mardamsyah, menegaskan program ini bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan bagian dari komitmen negara untuk hadir langsung di tengah masyarakat.

“Krisis air bersih masih menjadi persoalan serius di banyak daerah. Melalui satgas ini, Unhan RI bersama TNI berupaya menghadirkan solusi nyata agar masyarakat mendapatkan akses air yang layak, aman, dan berkelanjutan,” ujar Adam dalam keterangannya, dikutip Selasa (6/1).

Tim satgas dari Unhan RI
(Foto: Dok. Humas Unhan RI)

Ia menjelaskan, seluruh sistem dirancang agar mudah dioperasikan dan dipelihara oleh warga setempat. Setiap unit dilengkapi empat tandon utama, mulai dari tandon air baku, tandon filtrasi, tandon air nonkonsumsi untuk MCK, hingga tandon khusus air minum berbahan stainless steel.

Baca Juga: Pangkoarmada RI Tekankan Cegah Selundupan dan Kesiapsiagaan Operasi di Laut Indonesia

“Air hasil pengolahan sudah melalui proses reverse osmosis, formulasi mineral alami, serta sterilisasi ultraviolet. Setelah itu diuji kualitasnya sebelum digunakan masyarakat,” katanya.

Dalam pelaksanaan tugas, satgas melibatkan 24 kadet mahasiswa Unhan RI dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknik sipil, elektro, mesin, informatika, rekayasa sumber daya air, fisika hingga kimia. Kegiatan ini juga didampingi oleh tiga dosen sebagai pengawas teknis lapangan.

Selain menghasilkan air minum, sistem ini juga memanfaatkan air buangan dari proses reverse osmosis untuk kebutuhan MCK melalui teknologi ultra fitrasi tanpa penggunaan bahan kimia chlorin. Pendekatan tersebut menjaga kualitas air tetap aman sekaligus ramah lingkungan.

Baca Juga: TNI Percepat Pembangunan Jembatan di Aceh, Akses Warga Mulai Pulih

Seluruh unit yang telah terpasang kini dimanfaatkan oleh masyarakat, fasilitas kesehatan, serta satuan TNI di berbagai wilayah, termasuk di Sumatra Utara, Aceh, dan Aceh Tengah.

Ke depan, Adam memastikan pemasangan akan terus dikebut hingga mencapai target 100 titik. “Kami ingin sistem ini bukan hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi persoalan air bersih,” tegasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.