Satgas MTF TNI UNIFIL Raih Nilai Sempurna pada Evaluasi Perdana

Jakarta, IDM – Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL berhasil meraih nilai sempurna pada evaluasi semester pertama dalam menjalankan misi perdamaian di perairan Lebanon, Senin (24/2).
Mengutip instagram @pmpp.tni pada Selasa (25/2), pasukan yang bergerak dengan KRI Sultan Iskandar Muda-367 (KRI SIM-367) dinilai memenuhi standar PBB dalam aspek pembinaan personel hingga pemeliharaan alutsista.
Baca Juga: Satgas Operasi Trisila 2025 Berikan Dukungan Logistik untuk Marinir di Pulau Sekatung
"Kegiatan ini merupakan metode peninjauan langsung yang dilaksanakan meliputi aspek kemampuan kapal dan kompetensi prajurit; situational awareness; command control; information sharing; capacity building," tulis keterangan tersebut.
Adapun evaluasi yang dilakukan oleh DMTF-COS, sebuah wadah di bawah Maritime Task Force (MTF) UNIFIL, menyasar sejumlah sudut kapal seperti pusat informasi tempur; dapur; ruang kesehatan; bengkel mesin dan elektronika.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Terima Kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia
Selain itu, tim evaluator yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Indra Dharma juga mengakui standard operating procedure (SOP) dan regulasi yang diberlakukan UNIFIL serta berbagai capaian selama operasi kapal telah diterapkan oleh KRI SIM-367.
“KRI SIM-367 dan personel pengawaknya telah sesuai standarisasi PBB secara sempurna tanpa catatan dan sangat kagum terhadap kemampuan kapal yang impresif dan tetap terjaga," ujar perwakilan tim evaluator. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































