HANKAM

Satgas Habema, Dari Jaga Perbatasan Hingga Berikan Layanan Kesehatan

Satgas 509 Kostrad
Tim medis Satgas 509 Kostrad berikan konsultasi kesehatan untuk warga Kampung Titigi. (Foto: Dok. Penkostrad)

Jakarta, IDM - TNI memiliki tugas pokok yang terbagi atas operasi militer untuk perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP). Dalam konteks OMSP, pengerahan kekuatan TNI adalah untuk melaksanakan tugas-tugas nontempur, seperti tugas-tugas kemanusiaan, penanggulangan akibat bencana dan untuk kepentingan nasional lainnya.

Merujuk pada UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI dijelaskan bahwa terdapat 14 tugas pokok TNI dalam OMSP yakni mengatasi gerakan separatisme bersenjata, mengatasi pemberontakan bersenjata, dan mengatasi aksi terorisme. TNI juga dapat dikerahkan untuk mengamankan wilayah perbatasan, mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis, serta melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut, Satgas Yonif Raider 509 yang tengah melaksanakan kegiatan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini melaksanakan konsultasi kesehatan dengan warga Kampung Titigi.

Baca Juga: TNI AU Bangun Satuan Radar di Banjarbaru, Amankan Jalur ALKI 2 hingga IKN

Kehadiran Satgas Yonif 509/Balawara Yudha Kostrad yang juga satuan Koops Habema ini menjadi bentuk kepedulian TNI dengan masyarakat yang tinggal di wilayah operasi.

Komandan Satgas Yonif 509, Letkol Inf Dian Dessiawan Setyadi memberikan instruksi kepada Danpos Titigi Lettu Inf Erick Dakusa untuk menyiapkan rencana kegiatan patroli beserta pelayanan kesehatan.

“Meski dilengkapi dengan peralatan medis yang sederhana, tim medis tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik,” ujar Dansatgas dalam rilis yang diterima Minggu (12/1).

Tidak hanya memberikan layanan pengobatan, Satgas TNI juga menciptakan rasa aman dan menumbuhkan kepercayaan di masyarakat.

Baca Juga: Buka Pendidikan Konversi F-16, Danlanud Ishwajudi: Program Kaderisasi untuk Perkuat Pengawakan Alutsista

Salah seorang warga yang datang ke Pos Titigi mengucapkan terima kasih dengan kehadiran TNI di bumi Papua.

“Saya sangat bersyukur ada bapak TNI di sini. Ketika kami sakit, kami bisa datang ke pos dan langsung dibantu. Terima kasih sudah peduli kepada kami,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Brigjen TNI Lucky Avianto sebagai Panglima Habema menilai upaya Satgas Yonif 509 merupakan bentuk kepedulian TNI dalam memberikan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan di wilayah Papua. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.