Satgas Garuda Gelar Operasi Spider Web II, Wujudkan Perdamaian di Daerah Misi

Jakarta, IDM - Sebagai wujud kerja sama multilateral yang kuat guna menjaga perdamaian di daerah misi. Satgas Indo RDB (Indonesia), Ban RDB (Bangladesh), Nepbat (Nepal), dan FARDC (Tentara Nasional Kongo), melaksanakan operasi gabungan di wilayah Djugu Territori, Republik Demokraktik Kongo beberapa hari lalu.
Baca Juga: Satbravo 90 Kopasgat dan US SFOD-A Rampungkan Latma JCET Arrow Balance Iron 2024
Operasi yang dilaksanakan menggunakan sistem Cordon Security atau membuat garis pertahanan kepada masyarakat sipil. Selama pelaksanaan operasi yang dilaksanakan oleh adaan Desa Vesa, Desa Saliboku, Desa Go dan Desa Ziri terpantau dalam keadaan relatif kondusif dan aman.

Baca Juga: Pangkogabwilhan Berikan Tiga Peringatan Tegas kepada KKB Papua
Sementara itu masing - masing kontingen memiliki tugas tanggung jawab di sektor operasi, khusus untuk Indo RDB bertindak sebagai pasukan penyangga yang bertugas untuk menduduki dan mengamankan masyarakat di Desa Vesa. FARDC sebagai pasukan pemukul bertindak menyisiri wilayah dari sasaran hutan Desa Go, Desa Vesa, Desa Saliboku hingga Desa Ziri. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































