HANKAM

Sambut Alutsista Baru, TNI AL Perkuat Infrastuktur Pangkalan dan Suku Cadang

Aslog KSAL Laksda Mulyatna
Aslog KSAL Laksda Mulyatna memimpin rapat koordinasi logistik (rakorlog) 2026 di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Kamis (5/3). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – TNI AL tengah bersiap menyambut kedatangan sejumlah alutsista baru yang jauh lebih canggih. Untuk menjamin kekuatan tempur tetap gahar, TNI AL mulai memperkuat fondasi logistik, mulai dari infrastruktur pangkalan hingga ketersediaan suku cadang.

Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog KSAL) Laksda Mulyatna, menegaskan langkah strategis ini saat memimpin rapat koordinasi logistik (rakorlog) 2026 di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Kamis (5/3). Forum ini menjadi tempat bagi seluruh pejabat logistik untuk menyinkronkan kebijakan demi mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat.

Baca Juga: Satgas Gulbencal Kodam I BB Pulihkan Fasilitas Pendidikan Pascabanjir Susulan

Mulyatna menjelaskan, kemajuan teknologi menuntut TNI AL untuk segera melaksanakan modernisasi dan integrasi sistem alutsista. Ia ingin memastikan setiap unit tempur mendapatkan perawatan dan perbaikan yang maksimal agar tetap siap sedia menjalankan misi operasi.

"TNI AL perlu melaksanakan modernisasi dan integrasi sistem alutsista serta memastikan perawatan agar tetap siap tempur," ujar Mulyatna, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (6/3).

Selain kecanggihan kapal dan senjata, Mulyatna menyoroti pemenuhan bekal barang milik pertahanan (BMP) seperti bahan bakar, amunisi, dan suku cadang. Ia menilai peningkatan fasilitas pangkalan menjadi kunci krusial untuk mendukung operasi, latihan, hingga pengembangan organisasi ke depan.

"Kita semua perlu bersinergi, menyamakan visi, dan melaksanakan sinkronisasi dalam menyiapkan logistik, alutsista, dan fasilitas pangkalan," tegasnya.

Mulyatna meminta seluruh jajaran logistik menyusun perencanaan yang cermat dan memiliki skala prioritas yang jelas. Ia menekankan pentingnya pengelolaan bahan bakar yang tersentralisasi namun tetap mampu mengimbangi kebutuhan operasi dan latihan di lapangan.

Baca Juga: Ciptakan Kondusivitas Wilayah, TNI Kerahkan Ribuan Prajurit Jaga Ibu Kota

Tak hanya itu, TNI AL kini menerapkan sistem pemeliharaan terencana agar perbaikan kapal perang dan peralatan tempur berlangsung secara komprehensif. Mulyatna juga mendorong optimalisasi fasilitas perbaikan di tiga armada (I, II, dan III), termasuk ketersediaan dukungan listrik di pangkalan-pangkalan TNI AL seluruh Indonesia.

Melalui penguatan sektor logistik ini, TNI AL berkomitmen untuk selalu transparan dan akuntabel dalam mengelola anggaran negara. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.