Rimpac 2024: KRI RE Martadinata Akan Uji Manuver Pertahanan Udara di Samudra Pasifik

Jakarta, IDM – KRI RE Martadinata-331 akan melaksanakan sejumlah materi tahap laut (sea phase) dalam latihan bersama Rim Of The Pacific (Rimpac) 2024 di Hawaii, Amerika Serikat, yang dijadwalkan pada 11 Juli mendatang.
Hal tersebut diungkapkan dalam pembukaan Rimpac 2024 yang dipimpin oleh Komandan Satgas Gabungan Laksamana Madya John Wade dan dihadiri Komandan Satgas Rimpac 2024 TNI AL Kolonel Laut (P) Adam Tjahja S serta Komandan Unit Marinir TNI AL Mayor (Mar) Lukman Susanto di Pearl Harbour, Amerika Serikat, Kamis (27/6).
Pada kesempatan tersebut Wade yang juga selaku pimpinan latihan menjelaskan gambaran umum dan inti kegiatan sea phase pada Rimpac 2024, meliputi daerah operasi hingga serial materi yang akan dilaksanakan di Samudra Pasifik.
Adapun serial materi latihan sea phase, meliputi kompetisi bantuan tembakan ke darat (NSFS Rodeo), pertahanan udara atau rudal (raidex), antikapal selam (casex), pembekalan di laut (UNREP) hingga keamanan laut VBSS (MSOEX), operasi lawan udara defensif (DCA), tembakan permukaan (gunex) hingga photo exercise.

"KRI RE Martadinata bersama sejumlah kapal perang negara lainnya juga akan melaksanakan materi tahap tactical, di mana kekuatan gelar atau unsur armada peserta Rimpac akan menghadapi simulasi kekuatan lawan (OPFOR)" ujar Kadispen Koarmada II Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko dalam keterangannya, Jumat (28/6).
Latihan bersama Rimpac merupakan salah satu sarana untuk menguji doktrin, taktik, dan prosedur peperangan laut yang terbaru, khususnya dalam operasi laut gabungan. Melalui latihan ini para peserta, khususnya KRI RE Martadinata dituntut bekerja sama dan mampu membuktikan ketahanan operasional alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Baca Juga: Perkuat Sistem Pertahanan Udara Nasional, KSAU Kunjungi Thales dan Terima Paparan Mengenai Radar GCI
"Sea phase akan dilaksanakan selama tiga minggu non-stop, tanpa sandar di pangkalan," ujar Adam, beberapa waktu lalu, dikutip dari siaran pers Dispen Koarmada II.
Sebelumnya, KRI RE Martadinata bersama 183 personel jajaran TNI AL bertolak dari Surabaya, Jawa Timur, Jumat (31/5) menuju Hawaii, Amerika Serikat untuk mengikuti latihan bersama Rimpac 2024 yang akan berlangsung dari 27 Juni-2 Agustus. Ratusan personel tersebut terdiri dari 128 awak KRI, 5 staf latihan, 43 prajurit Marinir, dan 7 prajurit Pusat Komando Pasukan Katak (Puskopaska). (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































