HANKAM

Resmi Berbaret Ungu, Ini 5 Pesan Pangkormar untuk 213 Prajurit Muda

Marinir
Korps Marinir resmi melantik 213 prajurit muda di Pantai Baruna, Malang, Jawa Timur, Kamis (12/2). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Korps Marinir resmi menyematkan baret unggu kepada 213 prajurit muda. Kepala Staf Korps Marinir Mayjen (Mar) Suherlan memimpin langsung upacara sakral ini di Pantai Baruna, Malang, Jawa Timur, Kamis (12/2).

Suherlan hadir mewakili Panglima Korps Marinir Letjen (Mar) Endi Supardi. Pihaknya melantik total 213 personel yang terdiri dari 42 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan LXXIII dan 171 siswa pendidikan pertama tamtama Marinir angkatan XLV gelombang 1 tahun 2025.

Endi melalui amanatnya memberikan penekanan keras mengenai makna simbol baret tersebut. Ia meminta para prajurit memahami bahwa prosesi ini menandai perubahan total jati diri mereka.

Baca Juga: OPM Curi Dua Pucuk Senjata Api dari TNI

"Pembaretan ini bukan sekadar tradisi, melainkan momentum sakral transformasi jati diri menjadi Prajurit Korps Marinir sejati," tegas Suherlan saat membacakan amanat Endi di hadapan ratusan prajurit.

Pimpinan Korps Marinir itu menyatakan, baret ungu membawa konsekuensi besar bagi pemakainya. Benda tersebut menyimbolkan kehormatan, harga diri, disiplin tinggi, serta tanggung jawab besar untuk menjaga marwah satuan.

Marinir
Kepala Staf Korps Marinir Mayjen (Mar) Suherlan menyematkan baret ungu kepada perwakilan dari 213 prajurit muda. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Menyoroti situasi terkini, Endi menyebut Korps Marinir kini menghadapi tantangan global dan nasional yang makin kompleks. Menjawab hal itu, institusi ini terus memperkuat postur, meningkatkan kapabilitas personel, dan memodernisasi alutsista secara berkelanjutan.

Baca Juga: Kapendam Cenderawasih: TNI Tidak Gentar Hadapi Aksi Penembakan OPM

Endi lantas memberikan lima instruksi khusus kepada para 'Hantu Laut' muda tersebut sebagai bekal penugasan.

"Pertama, perkuat terus keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa," pesannya.

Kedua, lanjut Suherlan, prajurit wajib memegang teguh nilai-nilai luhur Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Trisila TNI AL. Ketiga, personel baru harus terus meningkatkan profesionalisme keprajuritan.

Baca Juga: Peran Besar TNI AD dalam Operasi SAR dan Bencana, KSAD Maruli Terima Dua Penghargaan

"Keempat, jaga soliditas dan sinergi, baik dengan rekan seangkatan, TNI-Polri, maupun dengan rakyat," imbuhnya.

Terakhir, Endi mewajibkan seluruh prajurit untuk menjaga nama baik Korps Marinir yang telah para pendahulu wariskan dengan penuh kebanggaan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.