Rapat Kerja Bersama Komisi I DPR RI, Prabowo Bahas Alpalhankam

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) memberikan pernyataan setelah melakukan rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, di Aula Nusantara II, Jakarta, Rabu (2/6).
Menhan Prabowo mengatakan, dalam rapat kerja tersebut bahwa saat ini Kemhan tengah fokus pada alokasi anggaran pertahanan 2022. Adapun anggaran tersebut digunakan untuk modernisasi alutsista dengan mengupgrade seluruh alutsista TNI yang sudah usang dengan teknologi terbaru.
“Sebagai mana yang kita ketahui banyak alutsista kita yang sudah tua dan mendesak harus diganti,” kata Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa konsep ini masih digodok oleh Kemhan dan instansi terkait. “Tadi saya diminta menjelaskan tentang konsep rencana ke depan. Rencana ini masih kita godok bersama Bappenas, Kementerian Keuangan, dan pemangku kebijakan lainnya,” sambungnya.
“Kebutuhan-kebutuhan (modernisasi alutsista) sangat penting dan kita siap menghadapi dinamika lingkungan strategis, yang berkembang sangat pesat,”lanjut mantan Danjen Kopassus itu.
Rapat kerja ini dilakukan secara tertutup mengingat membahas tentang anggaran alutsista. (ph/nhn)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































