HANKAM

Puspenerbal Kenalkan Terbang Formasi dengan Pesawat Piper kepada Siswa Penerbang TNI AL

Puspenerbal
Puspenerbal kenalkan terbang formasi menggunakan pesawat latih Piper Archer DX, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (4/6). (Foto: Dok. Dispen Puspenerbal)

Jakarta, IDM - Prajurit Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) mengenalkan latihan terbang formasi menggunakan pesawat Piper Archer DX kepada siswa penerbang TNI AL angkatan XVIII di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (4/6).

Kadispen Puspenerbal Kolonel Laut (KH) Rohman Arif menjelaskan terbang formasi merupakan salah satu kemampuan dan keterampilan yang wajib dimiliki para penerbang militer.

"Salah satunya bagi para penerbang di TNI AL yang mengawaki berbagai jenis pesawat taktis," ujar Rohman dalam keterangannya, dikutip Rabu (5/6).

Baca Juga: Dubes Denmark Sambangi Prabowo di Kementerian Pertahanan, Apa yang Dibahas?

Dua unit pesawat Piper Archer DX yang berada di bawah operasi Skadron Udara 200 Wing Udara 2 Puspenerbal melaksanakan penerbangan formasi di langit area selatan Sidoarjo.

Instruktur pilot Kapten Laut (P) Faisal dan Kapten Laut (P) Rana dalam latihan tersebut menunjukkan berbagai formasi dasar untuk memberikan pengenalan kepada siswa penerbang, di antaranya Echelon, Trail, Break, dan Rejoin secara bergantian.

Puspenerbal
(Foto: Dok. Dispen Puspenerbal)

"Selain terbang formasi, terbang di malam hari juga menjadi satu kemampuan dan keterampilan yang harus dikuasai untuk menunjang operasi-operasi pada masa mendatang," tandas Rohman.

Mengenal pesawat latih Piper

Dilansir dari berbagai sumber, Piper Archer DX hadir untuk melengkapi jenis pesawat latih yang telah ada sebelumnya, seperti jenis Tobago TB-10 dan Tampico TB-9C. Piper Archer DX disokong mesin single propeller Continental CD-155 4 silinder dengan kekuatan 155 hp.

Baca Juga: Kodam I/BB Ungkap Jaringan Penyelundupan Moge, Rugikan Negara Rp20 Miliar

Pesawat dengan empat kursi ini sanggup melesat dengan kecepatan jelajah 288 km per jam. Piper Archer DX memiliki kapasitas bahan bakar 182 liter yang mampu pesawat ini sanggup terbang sejauh 1.576 km.

Sebagai pesawat latih Puspenerbal yang tergolong baru, Piper Archer DX dilengkapi fitur standar berupa Garmin G1000 NXi Avionics Suite, Garmin FliteChart, Garmin SafeTaxi, GMA 1360 Digital Audio Panel, GTX 335R Transponder dan Aspen Standby EFD1000.

Dari dimensi, Piper Archer DX punya panjang 7,3 meter, lebar bentang sayap 10,8 meter dan tinggi 2,2 meter. Bobot maksimum saat take-off pesawat ini mencapai 1.157 kg, sementara payload standar yang dapat dibawa adalah 360 kg. Piper Archer DX dapat lepas landas dari runway sepanjang 510 meter dan mampu mendarat di landasan 427 meter. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.