HANKAM

Puspenerbal Bahas Kebutuhan Sumber Daya Nasional di Jalur ALKI untuk Operasi Militer Perang

Focus Group Discussion
Puspenerbal menggelar Focus Group Discussion di Surabaya, Selasa (19/3). (Foto: Dok. Dispen Puspenerbal)

Jakarta, IDM - Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) membahas kebutuhan sumber daya nasional untuk tugas operasi militer perang di tiga sektor wilayah, yakni Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I barat, ALKI II tengah, dan ALKI III timur.

Hal tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Konsep Dukungan Pertempuran Puspenerbal dengan Memanfaatkan Sumber Daya Nasional dalam rangka tugas Operasi Militer Perang (OMP) 2024" di Surabaya, Selasa (19/3).

Baca Juga: Indonesia Waspadai LCS Jadi Konflik Terbuka, Menkopolhukam: Perlu Hati-hati Menyikapi Dinamika

Komandan Puspenerbal Laksamana Muda Sisyani Jaffar menyampaikan FGD bertujuan memberikan gambaran tentang kondisi Puspenerbal saat ini, sehingga dapat merumuskan kebijakan yang tepat terkait dukungan pertempuran oleh Puspenerbal.

"Serta sasaran yang dicapai untuk menyatukan pola pikir dan pedoman dalam menentukan kebijakan yang tepat terkait dengan dukungan pertempuran oleh Puspenerbal pada pelaksanaan tugas dan fungsinya saat operasi militer perang," jelasnya, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Rabu (20/3).

Focus Group Discussion
(Foto: Dok. Dispen Puspenerbal)

Konsep dukungan pertempuran Puspenerbal, lanjutnya, harus disiapkan termasuk kegiatan pre-emptive strike sebagai antisipasi dalam bentuk tindakan konkret dengan memanfaatkan sumber daya di sektor wilayah ALKI.

"Kemudian, mempersiapkan kolaborasi serta interoperability dengan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki TNl AD dan TNl AU," kata Sisyani.

Baca Juga: Yonkes 2 Kostrad Gelar Latihan Menembak Reaksi

"Selain itu, konsep pengerahan serta inovasi dan modifikasi terhadap penggunaan kekuatan komponen cadangan dan komponen pendukung matra laut," tambahnya.

Adapun, narasumber yang hadir dalam FGD ini ialah Komandan Landasan Udara TNI AL (Lanudal Sabang) Mayor Laut (P) Ervan, Komandan Lanudal Manado Letkol Laut (P) Candra Budiarjo, Komandan Lanudal Kupang Mayor Laut (P) Arif Sukmono Akbar, dan Perwira Staf Operasi Wing Udara 2 Mayor Laut (P) Wahyu Budiadi. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.