HANKAM

Pushidrosal Jajaki Migrasi Data Navigasi ke Standar Dunia Baru, Ini Tujuannya

Sistem standar produk
Sistem standar produk yang dikembangkan berdasarkan standar S-100. (Foto: Dok. IHO)

Jakarta, IDM – Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) bakal melakukan lompatan besar dalam menjaga keamanan pelayaran nasional. Mereka tengah menjajaki langkah strategis untuk memindahkan seluruh data navigasi kapal ke standar internasional terbaru demi mengejar modernisasi sistem pemetaan laut dunia.

Langkah ini menjadi sangat krusial bagi kedaulatan maritim Indonesia. Pasalnya, Organisasi Hidrografi Internasional (International Hydrographic Organization/IHO) kini tengah mendorong transisi global dari format peta digital konvensional seri S-57 menuju sistem data baru yang jauh lebih mutakhir dan terintegrasi, yaitu standar IHO S-100.

Baca Juga: Korpasgat-Pasukan Khusus AS Tingkatkan Interoperabilitas dalam Operasi Khusus dan Udara

Sebagai pemegang otoritas pemetaan laut nasional, TNI AL bergerak cepat menyerap perkembangan teknologi global ini. Upaya transformasi tersebut menjadi agenda prioritas untuk memastikan seluruh peta laut Indonesia memiliki akurasi tinggi yang diakui secara internasional.

Komandan Pushidrosal Laksdya Budi Purwanto menegaskan, perubahan sistem ini merupakan tuntutan mutlak yang tidak bisa ditawar. Pushidrosal harus terus bergerak dinamis mengikuti lompatan teknologi dunia agar mampu menjawab tantangan pemetaan modern.

"Perkembangan teknologi survei dan pemetaan kelautan saat ini menuntut adanya transformasi yang berkelanjutan agar Pushidrosal mampu menjawab tantangan kebutuhan, baik pengadaan peralatan dan pengembangan teknologi survei di masa mendatang," ujar Budi, dikutip dari keterangan Dispen Pushidrosal, Jakarta, Selasa (2/6).

Melalui penjajakan standar baru ini, TNI AL membidik kemampuan pengolahan data hidrografi yang jauh lebih komprehensif. Sistem standar dunia baru ini dirancang untuk mampu menyatukan berbagai sumber data batimetri atau kedalaman laut dari berbagai sensor canggih ke dalam satu ekosistem pengolahan yang utuh.

Penerapan sistem terintegrasi ini nantinya akan mempermudah navigasi kapal-kapal komersial maupun militer yang melintasi perairan yurisdiksi Indonesia, sekaligus memperkuat akurasi data taktis pertahanan bawah air.

Baca Juga: TNI AL dan Australia Godok Latihan Operasi Amfibi hingga Penyelamatan Kapal Selam

Sebagai komitmen jangka panjang, Pushidrosal memastikan bakal mempertimbangkan implementasi perangkat lunak standar global tersebut secara menyeluruh guna mendukung tata kelola data hidro-oseanografi nasional.

"Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa Pushidrosal dapat mempertimbangkan implementasi software secara terintegrasi untuk mendukung pengolahan data hidro-oseanografi dan penerapan standar IHO S-100," pungkas Budi.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.