HANKAM

TNI AL dan Australia Godok Latihan Operasi Amfibi hingga Penyelamatan Kapal Selam

Pangkoarmada III Laksda Dato Rusman
Pangkoarmada III Laksda Dato Rusman memimpin delegasi TNI AL dalam Navy to Navy Talks (NTNT) ke-19 di Fremantle, Australia, Senin (1/6). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – TNI AL terus memperkuat kesiapan operasionalnya di kancah internasional. Kali ini, berkolaborasi dengan Angkatan Laut Australia, TNI AL tengah mematangkan rencana latihan taktis berskala besar.

Agenda tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas prajurit kedua negara dalam menghadapi dinamika krisis modern. Menariknya, fokus latihan bersama ini akan menyasar sejumlah sektor krusial, mulai dari skenario serbuan amfibi hingga prosedur penyelamatan kapal selam.

Rencana ini matang dalam pertemuan bilateral tahunan bertajuk Navy to Navy Talks (NTNT) ke-19 yang digelar di Fremantle, Australia, Senin (1/6). Lewat forum ini, kedua negara sepakat, mengasah kemampuan taktis prajurit di lapangan menjadi prioritas utama yang harus terus ditingkatkan.

Baca Juga: Antisipasi Ancaman, TNI AL dan Australia Jajaki Kerja Sama Jaga Kabel Bawah Laut

Tak hanya urusan taktis di medan laga, sektor pendidikan militer juga ikut dirombak. TNI AL dan Australia membidik penguatan kapasitas untuk perwira utama peperangan (Principal Warfare Officer/PWO), sekaligus menyusun blueprint operasi amfibi yang difokuskan pada misi kemanusiaan.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul menegaskan, komitmen peningkatan keahlian prajurit ini akan menyentuh berbagai lini vital, termasuk kemampuan operasional di udara dan bawah air.

"Kedua delegasi sepakat untuk memperkuat kerja sama bidang pendidikan terutama perencanaan operasi amfibi untuk misi kemanusiaan dan peningkatan kapasitas pendidikan Principal Warfare Officer (PWO). Pada bidang latihan, pertemuan ini juga mengisyaratkan rencana peningkatan kemampuan operasional helikopter dan penyelamatan kapal selam," kata Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Jakarta, Selasa (2/6).

Di sela-sela pembahasan taktis tersebut, kedua negara juga menyelipkan misi strategis terkait keamanan maritim makro. Salah satunya adalah mendalami potensi kolaborasi khusus dalam menjaga jalur interkoneksi global, seperti pengamanan berbagai infrastruktur kritis di dasar laut yang rawan sabotase.

Baca Juga: Gugur di Papua, 5 Prajurit Pandawa Kostrad Dapat Penghargaan

Sinergi yang kian solid ini pun disebut sebagai bagian dari fokus utama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali untuk menjaga stabilitas di kawasan perairan regional.

"Konsistensi kehadiran kapal-kapal perang TNI AL dan Angkatan Laut Australia ada setiap kegiatan multilateral di kawasan menjadi indikator pentingnya peran kedua angkatan laut pada sektor keamanan maritim dan kerja sama pertahanan yang selama ini telah terjalin dengan baik, serta selalu menjadi perhatian KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali," lanjutnya.

Sebagai langkah nyata ke depan, armada tempur dari kedua negara dipastikan bakal terlibat aktif dalam latihan gabungan multinasional. Indonesia bersiap menjadi tuan rumah latihan brersama Multilateral Naval Komodo (MNEK) di Jakarta pada 2027, sementara Australia akan memimpin latihan Kakadu di Darwin pada tahun berikutnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.