Pushidrosal: Indonesia Tetapkan Target Penataan Kabel Bawah Laut dalam 20 Tahun

Jakarta, IDM – Indonesia menetapkan target untuk dapat menata jalur pipa dan kabel bawah laut dalam waktu 20 tahun ke depan. Hal ini dikemukakan oleh Asisten Operasi Survei dan Pemetaan (Asopssurta) Danpushidrosal Laksamana Pertama Dyan Primana Sobaruddin di Singapura, Rabu (1/5).
Pada kesempatan tersebut, Dyan menghadiri kegiatan International Cable Protection Committee (ICPC) Plenary 2024 yang diselenggarakan di Singapura selama 29 April-3 Mei. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 200 member ICPC dari 70 negara.
Baca Juga: Taifib dan Marinir AS Lakukan Infiltrasi Sungai Tembus Markas Musuh
Dyan mengatakan Indonesia telah membentuk tim nasional pipa kabel dan menyepakati proses bisnis penataan jalur pipa dan kabel bawah laut.
"Indonesia menetapkan target untuk dapat menata jalur pipa dan atau kabel bawah laut secara modern dalam waktu 20 tahun," kata Dyan, dikutip dari keterangan Dispen Pushidrosal, Kamis (2/5).
Ia menjelaskan kontribusi Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dalam ICPC Plenary 2024 dapat memberikan informasi yang penting bagi seluruh member, khususnya tentang proses bisnis penataan kabel bawah laut di Indonesia.
Baca Juga: Bakamla Gelar ASEAN Coast Guard Forum 2024
"Pushidrosal menyampaikan saat ini sudah terdapat 217 landing point dan 347 kabel bawah laut di Indonesia," jelas Dyan.
Pemaparan Dyan tersebut mendapatkan respon positif oleh sejumlah negara member ICPC terhadap penataan kabel bawah laut. Mereka menilai, langkah Indonesia dalam penataan pipa dan kabel bawah laut sudah berada pada arah yang benar dan perlu dijaga secara konsisten.
Adapun ICPC dibentuk pada 1958 dengan tujuan untuk mempromosikan perlindungan kabel bawah laut internasional dari ancaman perusakan manusia dan bahaya dari alam. ICPC mewadahi forum untuk saling berbagi informasi teknis, hukum, dan lingkungan tentang kabel bawah laut. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































