Pushidrosal Bahas Masalah Perbatasan Maritim Indonesia dengan 10 Negara

Jakarta, IDM - Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Pushidrosal) mengungkapkan pentingnya sosialisasi batas maritim dengan negara-negara tetangga untuk menyamakan persepsi serta tindakan yang diambil saat patroli di perairan perbatasan NKRI.
Hal tersebut diungkapkan Paban Perbatasan Spamkersamtas Pushidrosal Letkol Laut (P) Tri Ariyah Hari Saputra dalam sosialisasi pembekalan batas maritim kepada komandan dan perwira KRI Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta, Senin (22/1).
Ia mengungkapkan, batas wilayah maritim Indonesia dengan negara-negara tetangga masih belum tuntas dan berdampak pada pelanggaran wilayah, khususnya oleh para nelayan baik dari Indonesia maupun negara tetangga.
"Sehingga sosialisasi batas maritim dengan negara-negara tetangga ini sangat penting sebagai pencerahan melalui pemberian informasi terkini dari institusi yang menangani langsung tentang batas-batas maritim," ujar Tri, dikutip dari laman TNI AL, Selasa (23/1).
Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan gambaran permasalahan perbatasan maritim dengan negara yetangga, terutama Kolinlamil sebagai salah satu kotama operasi TNI AL yang memiliki tugas sebagai penyelenggara angkutan laut TNI dalam rangka Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Di kesempatan yang sama, Asisten Operasi Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) Ronald Makana David Rarun mengharapkan para komandan unsur dan perwira KRI bisa lebih memahami dan dapat mengimplementasikan dalam melaksanakan tugas di lapangan.
Baca Juga: KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Jadi Komisaris Utama PT Pindad
"Oleh karena itu, pembekalan batas maritim Indonesia kepada seluruh unsur pelaksana dalam hal ini KRI sangat penting untuk mendukung tugas operasi, sejalan dengan Operasi Trisula Jaya-24 dan Jala Dharma-24," jelas Ronald.
"Serta mendukung pergeseran pasukan dan pergeseran material satuan tugas di seluruh wilayah Indonesia yang meliputi Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini, RI-Timor Leste, RI-Malaysia dan PAM Puter Barat serta Timur," tambahnya. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































