Puluhan Prajurit Tempur Brawijaya ‘Serbu’ Pesantren An-Nuriyah Jember, Ada Apa?

Jakarta, IDM - Puluhan personel TNI Angkatan Darat dari Batalyon Artileri Medan 8/Uddhata Yudha (UY) 'menyerbu' pesantren An-Nuriyah, Kaliwining, Jember, Jumat (7/4). Mereka akan mengikuti pesantren kilat yang digagas oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf.
Dilansir dari keterangan resmi Kodam V/Brawijaya, Sabtu, (8/4) Danyonarmed 8/UY, Letkol Arm Ketut Wira Purbawan mengatakan puluhan prajurit ini mengikuti kajian tafsir Alquran Al-Jalalain dan Tadarus, serta mengkaji Kitab Ayyuhal Walad karya Imam Al-Ghazali di Ponpes asuhan Gus Yayak.
Hal ini juga untuk menunjukan bahwa personel Yonarmed selain memiliki fungsi tempur juga senantiasa memegang teguh nilai-nilai agama dalam setiap melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Baca Juga: 57 Perwira TNI AL Selesai Jalani Dikmatra dan Dikaplikasi-1 di Kodiklatal
"Jadi kita kirimkan sebanyak 22 personel ke Pesantren An-Nuriyah untuk mengikuti pembinaan mental selama bulan puasa ini. Kami harapkan, apa yang mereka dapatkan di pesantren itu bisa membentuk mental dan perilaku yang baik dalam tugas mereka sehari-hari di keluarga, satuan, dan lingkungannya. Mereka dibimbing langsung oleh pengasuh Pesantren ini," kata Ketut.
Ia melanjutkan, kegiatan ini sudah berlangsung selama tiga minggu sejak 31 Maret hingga 18 April 2023 dan dimulai dari pukul 17.00 sampai 22.30.
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf yang merupakan penggagas kegiatan pesantren kilat ini mengatakan bahwa, di Jember banyak pesantren yang bagus untuk melakukan pengkajian kitab tafsir, fiqih, adab dan lain-lain.
Baca Juga: Perkuat Taipur, Dua Prajurit PR 330 Kostrad Resmi Dilepas
"Jadi selama bulan Ramadan bila ada tentara yang berminat nyantri untuk memperdalam ilmunya di pesantren-pesantren itu dipersilahkan. Saya dukung mereka sehingga nantinya setelah selesai nyantri mereka bisa menjadi imam shalat atau penceramah di lingkungan batalyon dan masyarakat. Inilah adalah salah satu tambahan modal kemampuan prajurit yang akan memperbesar kesempatan mereka melakukan komunikasi sosial dengan masyarakat," ujar Farid.
Ia pun berharap apa yang sudah dirintis ini akan menjadi kegiatan rutin setiap waktu, dan bisa diikuti oleh satuan-satuan lainnya di jajaran Kodam V/Brawijaya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































