Pulang dari Lebanon, KRI Frans Kaisiepo-368 Resmi Berganti Komandan

Jakarta, IDM - Usai menuntaskan misi perdamaian dunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon selama setahun dan kembali ke Indonesia, komandan kapal perang KRI Frans Kaisiepo-368 resmi berganti.
Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmada II Kolonel Laut (P) Nurul Muchlis memimpin upacara serah terima jabatan komandan KRI Frans Kaisiepo-368, sekaligus KRI Nala-363 di Surabaya, Selasa (13/2).
Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 yang semula dijabat oleh Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh, diserahkan kepada Letkol Laut (P) Lustia Budi, sedangkan komandan KRI Nala-363 kini dipimpin Letkol Laut (P) Agung Maulana yang sebelumnya dijabat oleh Budi.
Baca Juga: Misi Perdana, Helikopter Panther dan KRI Diponegoro-365 Operasi SAR di Laut Mediterania
Nurul menyampaikan, serah terima jabatan ini adalah bagian untuk menyelaraskan antara tour of duty dan area, agar mampu memberikan pengalaman bagi personel, di samping mengembangkan kepemimpinan dengan berbagai improvisasi, inovasi, dan kreativitas.
"Serta daya kreativitas, sehingga dapat menghasilkan output organisasi yang sehat dan dinamis sesuai tujuan dan sasaran organisasi," ujar Nurul, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Kamis (15/2).
Ia menekankan, komandan KRI bertugas dan bertanggung jawab membina kesiapsiagaan dan kemampuan alutsista serta personel yang profesional dengan memiliki kejuangan tinggi.
Baca Juga: Perbaiki Rumah Prajurit, KSAD Anggarkan Setiap Batalyon Dapat 2 Miliar
"Sehingga setiap saat mampu hadir di laut untuk menegakkan, mempertahankan, dan mengamankan kedaulatan serta keutuhan NKRI. Selain itu, jabatan komandan adalah amanah dan kehormatan yang harus dijaga," kata Nurul.
"Menjadi seorang komandan kapal perang bukan hanya tentang kesuksesan dan menuju jenjang karier berikutnya, melainkan sebuah tanggung jawab besar dalam melaksanakan pola pembinaan personel dan material," imbuhnya. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































