HANKAM

Profil Kolonel Inf Irfan Amir, Komandan Grup-1 Kopassus yang Baru

Danjen Kopassus Mayjen TNI Deddy Suryadi
Danjen Kopassus Mayjen TNI Deddy Suryadi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Grup-1 Kopassus di Serang, Banten, Kamis, (16/11/2023). (Foto: Dok. Penkopassus)

Jakarta, IDM - Hari Kamis, (16/11/2023) kemarin, Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayor Jenderal TNI Deddy Suryadi resmi mengganti Komandan Grup-1 Kopassus dari Kolonel Inf Romel Jangga Wardhana kepada Kolonel Inf Irfan Amir melalui upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Serang, Banten.

Kolonel Inf Romel Jangga Wardhana selanjutnya akan bertugas sebagai Asisten Perencanaan Danjen Kopassus.

Lalu, seperti apakah profil dari Kolonel Inf Irfan Amir, Komandan Grup-1 Kopassus yang baru?

Baca Juga: KSAD Ganti 5 Jabatan Strategis di TNI AD, Ini Nama-namanya

Dilansir dari Herald.id, disebutkan Kolonel Inf Irfan Amir lahir di Janeponto, Sulawesi Selatan, 7 Desember 1978.

Sejak remaja, Ayah tiga orang anak dari istrinya, Wahyuni Burhanuddin ini telah menunjukkan karakter militan dan pantang menyerah. Ia berhasil menembus seleksi masuk Akademi Militer Magelang, dan setelahnya, lulus pendidikan Kopassus.

Kolonel Inf Irfan Amir pun langsung ditempatkan di Grup 1 Kopassus dengan pangkat Letnan Dua (Letda). Kemudian penyuka sepak bola ini, secara berturut-turut pindah tugas ke Grup 3 Kopassus, dengan posisi terakhir Wadanyon-32 Grup 3 Kopassus.

Baca Juga: Danjen Kopassus Sertijab 4 Jabatan Strategis di Kopassus, Ini Daftarnya

Penugasan berikutnya sebagai Pabanda Lid Sintel Kopassus (2014), Pabanda Bhakti TNI Ster Kopassus (2016), Kasi Pers Grup B Paspampres (2017). Ia pun sempat menjabat Dandim 1425/Jeneponto (2019). Saat bertugas di tanah kelahirannya itu, Irfan kerap menularkan semangat menanam pohon dan menjaga alam.

Setahun kemudian kembali masuk Korps Baret Merah sebagai Waaster Danjen Kopassus, kemudian menjabat Aster Kopassus sebelum ditugaskan menjadi Dangrup 1 Kopassus.

“Lebih 70 persen penugasan di lingkungan baret merah,” kata Kolonel Irfan.

Ia pun bangga sejumlah penugasan, akan menjadi bekal memimpin Grup 1. Di antaranya, pernah bertugas di Kompi Parako 13 Aceh, Satgas Merpati Kodam VII/Wirabuana. Penugasan penting lain adalah Satgas Namengkawi, Papua serta sejumlah penugasan di luar negeri. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.