Kamis, 30 Mei 2024

TNI AU Kerahkan Tim Tanggap Darurat Kecelakaan : Investigasi Penyebab Insiden Super Tucano di Pasuruan

BACA JUGA

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udata (TNI AU) mengerahkan Tim Tanggap Darurat Kecelakaan atau Accident Quick Response Team (AQRT) ke lokasi jatuhnya 2 pesawat Super Tucano di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (17/11).

Tim tersebut berasal dari Pusat Kelaikan Terbang dan Kerja TNI Angkatan Udara (Puslaiklambangjaau) yang dipimpin langsung oleh Kapuslaiklambangjaau Marsda TNI Benedictus Koessentianto.

AQRT dikerahkan untuk melakukan penyelidikan dan investigasi awal penyebab terjadinya insiden nahas yang terjadi pada Kamis (16/11) kemarin.

Baca Juga: Insiden Pesawat Super Tucano, Jenazah 4 Perwira TNI AU Dimakamkan dengan Upacara Militer

“Proses investigasi akan menyertakan analisis dari berbagai aspek teknis dan operasional, dengan tujuan untuk mengetahui penyebab dan mengidentifikasi langkah-langkah perbaikan yang diperlukan guna mencegah kejadian serupa di masa depan,” tulis TNI AU dalam keterangan foto instagram @militer.udara.

TNI AU berharap, investigasi ini nantinya dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang insiden jatuhnya pesawat Super Tucano TT-3111 dan TT-3103 asal Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh Malang itu.

Accident Quick Response Team
Puing pesawat Super Tucano yang berada di lokasi kejadian. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Hasil investigasi dan penyelidikan ini, lanjut TNI AU, diharapkan dapat memberi kontribusi positif dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kelaikan terbang dalam setiap operasi udara TNI AU.

Insiden jatuhnya pesawat Super Tucano ini telah menyebabkan 4 perwira terbaik TNI AU gugur. Mereka adalah Marsma TNI (Anumerta) Subhan, Marsma TNI (Anumerta) Widiono, Kolonel Pnb (Anumerta) Sandhra Gunawan, dan Letkol Pnb (Anumerta) Yuda A. Seta.

Baca Juga: Unjuk Kedaulatan Indonesia di Pasifik Barat, Satgas Sail Teluk Cendrawasih-23 Bertolak ke Biak

Saat insiden nahas itu terjadi, keempatnya mengawaki 2 pesawat Super Tucano yang berbeda, masing-masing dengan tail number TT-3111 dan TT-3103, untuk melaksanakan latihan profisiensi.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI R. Agung Sasongkojati dalam keterangan resminya menjelaskan, sebelum dinyatakan jatuh, pesawat terlebih dahulu dilaporkan hilang kontak (lost contact). Cuaca saat itu, kata Agung, dilaporkan kurang baik.

“Setelah take off pada pukul 10.51 WIB, pesawat bergabung dalam formasi dan sesaat kemudian cuaca kurang baik. Pesawat sudah melepaskan diri, namun saat itulah terjadi kehilangan kontak terhadap pesawat nomor 1 dan 3, yaitu TT-3111 dan TT-3103 pada pukul 11.18 WIB,” pungkasnya. (yas)

BERITA TERBARU

INFRAME

Menhan Prabowo Serahkan Bantuan Bencana Alam di Sumatera Barat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/5).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER