Pangdam XVII/Cenderawasih Periksa Kesiapan Operasi Satgas Yonif 753/AVT di Papua

Jakarta, IDM - Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan bersama Asisten Operasi (Asops) KSAD Mayjen TNI Dian Sundiana dalam hari kedua kunjungan di Kabupaten Nabire melaksanakan pemeriksaan kesiapan operasi (Riksiap Ops) Satgas Yonif 753/AVT, bertempat di lapangan Mako Yonif 753/AVT, Kamis, (16/11).
Baca Juga: Unjuk Kedaulatan Indonesia di Pasifik Barat, Satgas Sail Teluk Cendrawasih-23 Bertolak ke Biak
Dilansir keterangan penerangan Kodam XVII/Cenderawasih pemeriksaan pasukan dilakukan berupa perlengkapan yang sudah tergelar di lapangan Mako Yonif 753/AVT tersebut.

Saat memberikan pengarahan kepada Para Prajurit, Asops KSAD Mayjen mengingatkan agar apa yang pernah dialami oleh Prajurit dalam bertugas di wilayah Papua untuk dijadikan semangat dalam menyiapkan diri lebih maksimal dan Profesional.
Turut hadir pada kegiatan apel gelar Riksiap Ops ini, Brigjen TNI Franz Yohanes Purba (Danrem173/PVB), Kolonel Inf. Muh. Mahmud Suharto Amir (Paban VI/Ops DN Sopsad) Kolonel Inf Suhartono (Danrindam XVll/Cen), Para Asisten dan Kabalakdam XVII/Cen, serta Para Kasi Korem 173/PVB dan Dandim 1705/Nabire. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































