Prajurit Marinir Uji Tembak Pistol Buatan Slovenia, Ini Spesifikasi Arex Zero 2S

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 5 Marinir, melaksanakan uji coba pistol Arex Zero 2 S buatan Slovenia di Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/5).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (16/5), uji coba pistol meliputi pengenalan dasar yang dilanjutkan uji coba secara langsung dengan menembakkan 15 butir amunisi tajam dari jarak 25 meter.
Baca Juga: Apa Perbedaan Kapal Perang Destroyer dan Fregat?
Senjata pistol tersebut diproyeksikan untuk membidik sasaran di medan terbuka maupun di dalam ruangan yang sangat mendukung prajurit Korps Marinir pada saat pelaksanaan penugasan.

Danyonif 5Marinir Letkol (Mar) Supriyono, mengharapkan dukungan senjata baru oleh Komando Atas ini, akan meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit menghadapi tugas-tugas operasi yang akan datang.
Baca Juga: Sertu Urip Priyono Ciptakan Modifikasi Laras Mortir 81 MM
Dikutip dari laman resmi Arex defense, senjata laras pendek berkaliber 9mm ini mempunyai spesifikasi panjang 198mm, tinggi 144mm, dan lebar 37mm. Berat bersama magasinnya 890 gram, dengan panjang barel 108mm. Pistol ini memiliki magasin untuk menampung 18 butir peluru. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































