HANKAM

Prajurit Marinir Penjaga Perbatasan Ambalat Terima Pembekalan Hukum Humaniter dan HAM

Prajurit Satgasmar Pam Ambalat XXX
Prajurit Satgasmar Pam Ambalat XXX 2024 mengikuti pembekalan hukum humaniter dan HAM di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (24/5). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM - Para prajurit Pasmar 2 yang tergabung dalam Satgas Marinir Pengamanan Ambalat XXX 2024 menerima sejumlah materi pembekalan hukum humaniter dan HAM di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (24/5).

Pembekalan hukum humaniter dan HAM disampaikan oleh Kasikum Kolatmar Mayor (Mar) Sutiono untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, profesionalisme dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab prajurit yang menjaga pulau yang berada di antara perbatasan Indonesia-Malaysia.

"Harapannya (para prajurit) mampu dalam menghadapi setiap tantangan tugas dan permasalahan," ujar Sutiono, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Sabtu (25/5).

Baca Juga: Jaga Ekosistem Laut, Rapala Bakamla Kumpulkan Sampah Nyaris 7 Ton di Batam

Sutiono mengatakan, beberapa pesan utama dalam hukum, yakni hukum humaniter internasional tidak melarang perang, tetapi mengatur mengenai cara berperang yang benar, termasuk dalam larangan untuk menyerang orang yang tidak turut ikut berperang.

Lebih lanjut, Sutiono menyampaikan HAM merupakan suatu perangkat hak yang melekat pada hakekat dan manusia sebagai mahluk Tuhan.

"Wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara yang tidak boleh dilanggar dalam situasi apapun, baik hak hidup, hak tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak," kata Sutiono.

Baca Juga: Panglima TNI Tinjau Kondisi Prajurit Yonif R 755/ Yalet

"Selain itu juga dapat mengatur tentang hak orang perorangan sebagai pihak yang dilindungi," sambungnya.

Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri 5 Marinir Letkol (Mar) Ahmad Fauzi mengatakan, kegiatan pembekalan bertujuan meningkatkan pemahaman para prajurit Satgasmar Pengamanan Ambalat XXX 2024 tentang hukum humaniter internasional dan HAM.

"Sebagai bekal mereka pada saat melaksanakan penugasan menjaga kedaulatan NKRI di perbatasan negara Indonesia-Malaysia," jelas Ahmad. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.