Prajurit Marinir Hancurkan Kedudukan Musuh dengan Roket MLRS 70 Vampire

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Roket (Yonroket) 1 Marinir berhasil menghancurkan kedudukan musuh pada latihan menembak senjata artileri di daerah latihan Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (9/6).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Sabtu (10/6), prajurit Yonroket 1 Marinir melaksanakan penembakan MLRS 70 Vampire yang bertujuan membina serta meningkatkan profesionalisme dalam memberikan bantuan tembakan.
Selain itu, latihan ini juga bertujuan mengasah kembali kemampuan prajurit Yonroket 1 Marinir dalam mengawaki senjata artileri.
Baca Juga: “Caraka”, Sarana Komunikasi Darurat Prajurit Marinir
Lebih lanjut, Danyon Roket 1 Marinir Letkol (Mar) Muhammad Akhyar Marpaung, menyampaikan agar seluruh prajurit melaksanakan kegiatan ini dengan penuh semangat dan dengan rasa ikhlas.
"Tunjukkan profesionalisme sebagai prajurit artileri, serta tetap perhatikan faktor keamanan dan keselamatan baik personil maupun material," ujar Akhyar yang juga sebagai Perwira Pelaksana Latihan.

Spesifikasi peluncur roket MLRS 70 Vampire
VRM-70 Vampire ialah produksi dari perusahaan persenjataan asal Ceko, Ecxalibur Army Ltd., varian baru dari RM-70 Grad MLRS.
Dilansir dari Army Technology, peluncur roket RM-70 Vampire memiliki berat total 25.890 kilogram dengan jarak tembakan 20,3 kilometer.
Sistem peluncuran roket digunakan untuk menyerang berbagai target musuh, termasuk infanteri, unit artileri, infanteri bermotor, tank, dan kendaraan tempur lainnya.
Baca Juga: Pangdam III/Slw Cek Kesiapan Prajurit Kidang Kencana yang Akan Berangkat ke Papua
Prototipe pertama RM-70 Vampire dikembangkan pada paruh pertama 2015, dan tes senjata berhasil dilakukan pada Oktober 2015. Konfigurasi dasar peluncur roket mempertahankan desain yang sama dari RM-70 asli, tetapi memiliki kabel yang didesain ulang.
RM-70 Vampire dibangun di atas sasis truk taktis militer Tatra T-815-7 8×8. MLRS memiliki sistem pengendalian tembakan canggih yang dilengkapi dengan komputer balistik.
Selain itu, juga mencakup sistem navigasi inersia dan sistem penentuan posisi global (GPS) serta sistem komando dan kontrol. Periskop panoramik PG-1M memungkinkan operator membidik target. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































