HANKAM

Prajurit Marinir di Merauke Panen Padi dari Lahan Markas

Prajurit Marinir panen raya padi di Merauke
Yonmarhanlan XI melaksanakan panen raya padi di Merauke, Papua Selatan, Rabu (9/10). (Foto: Dok. Pasmar 3)

Jakarta, IDM – Prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) XI melaksanakan panen raya padi di lahan ketahanan pangan di Merauke, Papua Selatan, Rabu (9/10).

Panen raya padi tersebut dipimpin oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XI Laksamana Pertama Joko Andriyanto bersama Komandan Yonmarhanlan XI Mayor (Mar) Deni Kusmana di lahan ketahanan pangan padi di Yonmarhanalan XI.

Pada kesempatan tersebut, Deni mengatakan lahan yang mempunyai luas sekitar 1 hektar itu dulunya adalah lahan kosong yang penuh dengan tanaman liar.

Baca Juga: Danrem-Dandim Se-Indonesia Berkumpul, Bahas Pilkada, Evaluasi Hingga Apresiasi

"Kini lahan sudah dimanfaatkan untuk bercocok tanam padi sehingga menjadi lahan yang produktif," katanya, dikutip dari keterangan Pasmar 3, Kamis (10/10).

Prajurit Marinir panen raya padi di Merauke
(Foto: Dok. Pasmar 3)

Dia melanjutkan, dengan jenis padi varietas Inpari 36, keunggulannya tahan terhadap hama wereng batang coklat biotipe 1, 2 serta mampu tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain IV.

Baca Juga: KSAD Beberkan Kondisi Keamanan Jelang Pelantikan Presiden

"Jenis padi ini juga fahan terhadap tungro varian 073, tahan blas ras 033, 073 dan agak tahan blas ras 133, 173. Umur tanaman kurang lebih 114 hari setelah sebar atau semai dengan potensi hasil 10 ton/ha," jelasnya.

Menurut Deni, kebutuhan terhadap pangan merupakan sektor penting. Oleh karena itu, ketahanan pangan harus dilaksanakan dengan melakukan budidaya tanaman pangan, memanfaatkan lahan kosong yang ada di satuan.

"Panen raya padi ini berkat usaha kita bersama. Terima kasih pada seluruh prajurit atas kerja keras dan dukungan dalam mewujudkan progam ketahanan pangan, sehingga kita bisa memanen dengan hasil yang maksimal sesuai dengan target kita," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.