KSAD Beberkan Kondisi Keamanan Jelang Pelantikan Presiden

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membeberkan kondisi keamanan terkini jelang pelantikan presiden 20 Oktober 2024 mendatang.
Menurutnya tidak ada isu-isu yang menonjol, namun, pihaknya tetap melakukan pengamanan dengan rutin dan terkoordinasi.
Baca Juga: Maruli: TNI AD Tidak Mempersoalkan Purnawirawan Maju Pilkada
"Saya kira tidak ada permasalahan ya, kita sudah sampai perkembangan terakhir, sampai hari ini tidak ada isu-isu menonjol dan kita tetap melakukan dan mempersiapkan pengamann yang rutin. Mudah-mudahan bisa lancar nanti," kata Maruli usai acara Apel Danrem-Dandim TA. 2024 di Mandiri Corporate University, Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis, (10/10).
Lebih lanjut kata Maruli untuk pengamanan di DPR juga tetap dilakukan rutin.
Baca Juga: Pimpin Sertijab Danlanud, Ini Pesan Pangkoopsud I untuk Jajaran Personel Lanud Halim Perdanakusuma
"Ya itu kan biasa itu, nanti di DPR datang ke Istana, nanti presiden yang sudah menyelesaikan masa tugasnya kembali dilanjutkan, kita tetap melakukan pengamanan itu aja supaya keamanan tertib, nah itu juga yang kita bantu," jelas Maruli. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































