Prajurit Koarmada III Sorong Simulasi Penanganan Huru-hara Jelang Pilkada Serentak

Jakarta, IDM – Prajurit Koarmada III menggelar latihan penindakan huru-hara (PHH) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengantisipasi terjadinya kerusahan masa jelang Pilkada serentak, Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (6/11).
Komandan Satuan Marinir Koarmada III Letkol (Mar) Rizal Ikqwan, menjelaskan kegiatan tersebut digelar pada malam hari agar melatih fokus prajurit untuk siap dan cepat dalam mengumpulkan dan menyiapkan alat peralatannya.
"Latihan ini untuk menguji kesiapan prajurit, baik individu maupun kelompok seberapa cepat mereka bisa berkumpul lengkap dengan peralatan dalam mengantisipasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan," jelas Rizal, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III, Kamis (7/11).
Baca Juga: TNI AL Buka Pendidikan Brevet Keahlian Khusus, Kapal Selam hingga Kopaska
Terpisah, Pangkoarmada III Laksamana Muda Hersan, menyampaikan pelaksanaan latihan PHH merupakan wujud kesiapsiagaan prajurit Koarmada III dalam mengantisipasi perkembangan situasi terhadap Pilkada serentak, khususnya di wilayah Sorong.

"Dalam latihan PHH ini, profesionalitas setiap prajurit diharapkan dapat meningkat sesuai dengan tugas dan tanggung-jawab masing-masing," kata Hersan.
Baca Juga: Marinir Indonesia-Amerika Ikuti Latma Keris Marex 2024 di Batam Kepri
Sebelumnya, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk F Paulus menyoroti sejumlah daerah yang dinilai sebagai kawasan rawan menjelang pilkada. Dia kembali meminta setiap lembaga yang menangani pilkada, memetakan daerah-daerah rawan konflik menjelang hingga berakhirnya perhelatan.
Kemenko Polkam, kata Lodewijk, membagi kawasan yang dianggap rawan tersebut menjadi tiga kategori, yakni daerah rawan rendah, rawan sedang, dan rawan tinggi. Masing-masing daerah memiliki perhatian yang berbeda-beda tergantung tingkat kerawanannya.
Lodewijk menyebutkan, misalnya, di Papua ada empat provinsi yang masuk kategori daerah rawan tinggi. Menurutnya, empat provinsi di Papua yang masuk kategori daerah rawan tinggi dikarenakan masih ada masalah sosial sehingga perlu perhatian bersama.
Baca Juga: Sebanyak 10 Penerbang Angkatan Darat Dapat Penghargaan dari Filipina
"Pemerintah di Merauke sedang membangun food estate, ini tentunya perlu kita dukung bersama. Jadi Pilkada berjalan, food estate berjalan, sehingga ke depan akan berjalan berimbang," kata dikutip dari keterangan Humas Kemenko Polhukam.
Adapun Pilkada serentak yang akan berlangsung pada 27 November 2024 menjadi perhatian besar masyarakat Indonesia. Pemilihan kepala daerah yang dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia ini akan memilih gubernur, bupati, dan wali kota.
Sebanyak 1.553 pasangan calon kepala daerah akan berpartisipasi, dan masyarakat akan memiliki kesempatan untuk memilih pemimpin daerah yang mereka dukung. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































