Prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir Bekali Kemampuan Materi Pendaratan Khusus

Jakarta, IDM – Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 1 Marinir menerima materi pendaratan khusus (ratsus) di Pantai Tamban, Tambakrejo, Sumbermanjing, Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (27/5).

Pelaksanaan materi pendaratan khusus tersebut dalam rangka latihan satuan dasar (LSD) II dan latihan satuan lanjutan (LSL) I untuk para prajurit jajaran Brigade Infanteri (Brigif) 2 Marinir 2024.
Baca Juga: Tanggapi Rencana Korut Luncurkan Satelit Pengintai Militer, Korsel Gelar Latihan Udara
Komandan Yonif 1 Marinir Letkol (Mar) Roni Saputra menjelaskan, pada kegiatan latihan tersebut para prajurit diberi pembekalan materi pendaratan khusus yang meliputi renang rintis, perebutan sasaran dengan cepat serta pembekalan sebagai seorang motoris.

"Para prajurit juga diajarkan cara mengatasi apabila terjadi kendala ketika sedang pendaratan khusus," ujar Roni, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (28/5).
Baca Juga: Pesan Pangdam Cenderawasih Saat Gelar Apel Dansat: Tingkatkan Profesionalisme
Doni pun mengimbau kepada para prajuritnya yang terlibat latihan satuan dasar II dan latihan satuan lanjutan I untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.
"Selalu berdoa sebelum memulai kegiatan dan melaksanakan perintah pelatih," tandasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































