Prabowo Terima Kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata Australia: Hubungan Kedua Negara Baik

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Bersenjata Australia (Australian Chief of the Defence Force) General Angus Campbell, di Gedung Kemhan Jakarta, Selasa (20/2).
Baca Juga: Sebelum ke Papua, Prajurit TNI AD Ambil Sertifikasi Pengajar dan Kesehatan di RSPAD Gatot Subroto
Prabowo mengatakan, kunjungan tersebut merupakan wujud persahabatan antara Indonesia-Australia. Keduanya mendiskusikan beberapa hal penting mengenai hubungan baik terkait bidang pertahanan.

"Kunjungan kehormatan, beliau mampir, ada beberapa hal yang kita diskusikan, hubungan kita antara kedua komunitas pertahanan, antara kedua tentara sangat baik dan bicara hal yang teknis saja," kata Prabowo.
Baca Juga: KSAD Kunjungi Kodam VI/Mulawarman, Disambut dengan Adat Tepung Tawar
Pertemuan Prabowo dengan General Angus Campbell merupakan yang pertama di tahun ini. Sebelumnya, keduanya pernah bertemu dan berdiskusi mengenai kerja sama pertahanan kedua negara, khususnya bidang pendidikan dan pelatihan kadet pada Maret tahun lalu.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































