Pimpin Pencarian Jenazah Korban PD II di Biak, Perwira Tinggi TNI AU Ini Diganjar Penghargaan dari AS

Jakarta, IDM – Panglima Komando Daerah TNI Angkatan Udara (Pangkodau) III Marsda TNI Azhar Aditama diganjar penghargaan Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA), Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS).
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan misi kemanusiaan pencarian, evakuasi, dan identifikasi prajurit AS yang dinyatakan hilang pada Perang Dunia (PD) II di wilayah Biak, Papua.
Baca Juga: Lindungi Presiden dari Serangan Drone, Arhanud TNI AD Raih Brevet “Setia Waspada”
Penghargaan tersebut disampaikan melalui surat resmi tertanggal 16 Juli 2026 yang ditandatangani Direktur DPAA, Kelly McKeague, disertai dengan plakat penghargaan sebagai simbol penghormatan atas dedikasi dan kepemimpinan Pangkodau III.
Dalam surat tersebut, DPAA menyampaikan bahwa kepemimpinan Marsda Azhar beserta jajaran Kodau III sangat berperan dalam memfasilitasi perizinan, mengoordinasikan transportasi, serta mengamankan proses evakuasi temuan sisa-sisa jenazah di Biak.
Baca Juga: Seskoad Gelar Pembinaan Fisik, Tempuh 400 Kilometer selama 16 Minggu
“Dukungan tersebut memungkinkan pelaksanaan proses joint forensic review (JFR) berjalan lancar sebelum dilanjutkan ke laboratorium forensik DPAA untuk proses identifikasi,” tulis siaran pers Penerangan Kodau III, Sabtu (25/7).
DPAA juga menekankan bahwa kontribusi Kodau III menjadi bagian penting dalam upaya memberikan kepastian kepada keluarga para prajurit yang telah lama menantikan kabar mengenai anggota keluarganya yang hilang sejak Perang Dunia II.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































