Pesawat Udara Puspenerbal Manuver di Selat Singapura

Jakarta, IDM - Pesawat Udara Casa NC-212-200 MPA P-8203 terbang menuju Selat Singapura untuk melaksanakan patroli udara, pada Selasa (4/4).
Dikutip dari keterangan Pen Puspenerbal, Rabu (5/4), pesawat udara tersebut dikemudikan pilot Mayor Laut (P) Wahyu Ardiansyah yang juga menjabat sebagai Komandan Skuadron 800 Wing Udara 1 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) dan kopilot Letda Laut (P) Wisnu Resi Harimurti.
Casa NC-212-200 MPA mengudara lebih dari satu jam untuk mengawasi aktivitas kegiatan laut yang terjadi di Selat Singapura. Hasil patroli udara tersebut nantinya dilaporkan ke Komando atas untuk ditindaklanjuti.
Selain melaksanakan tugas operasi Mata Elang atau Eis in the Sky, pesawat udara tersebut juga melaksanakan Glagaspur Udara tingkat 2 dengan materi intai udara maritim dan air joining procedure yang dibantu dengan unsur KRI Sigalu-857.
Baca Juga: Persiapan Taifib Marinir dalam Latma Reconex-23 dengan USMC di AS
Kegiatan patroli udara rutin ini adalah tugas pokok Puspenerbal, yaitu penerbangan TNI AL ialab komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang menjadi kepanjangan mata dan tangan dari KRI, yakni memanfaatkan aspek kecepatan, manuver serta efek pendadakan yang efektif. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































