HANKAM

Pesan Panglima TNI ke Taruna Latsitarda Nusantara: Pengalaman Ini sebagai Landasan Sinergi TNI-Polri

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menutup Latsitarda Nusantara ke-46 Provinsi Aceh di Markas Kolinlamil. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto secara resmi menutup Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara ke-46 Provinsi Aceh. Upacara penutupan digelar di Dermaga Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (14/2).

Dalam amanatnya, Panglima Agus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh taruna atas semangat, dedikasi, dan pengabdian yang telah ditunjukkan selama mengikuti Latsitarda.

“Para taruna tidak hanya berlatih secara terintegrasi, tetapi juga terjun langsung ke masyarakat untuk membantu percepatan penanggulangan bencana alam di wilayah penugasan,” kata Agus, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI, Sabtu (15/2).

Baca Juga: KSAU Tegaskan Lima Prioritas Transformasi TNI AU, Modernisasi Alpalhankam hingga Penguatan SDM

“Kesempatan ini tidak semua taruna bisa mengalaminya dan ini suatu pengalaman yang sangat berharga bagi Taruna,” ujar Panglima TNI.

Latsitarda
Panglima berpesan agar nilai-nilai kebersamaan dan sinergi yang telah terbangun selama Latsitarda terus dipelihara. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Agus berpesan agar nilai-nilai kebersamaan dan sinergi yang telah terbangun selama Latsitarda terus dipelihara dan dijadikan bekal dalam pengabdian ke depan.

“Jadikan pengalaman ini sebagai landasan untuk terus memelihara dan melibatkan semangat integrasi dan sinergi antara TNI-Polri dan aparat pemerintah lain,” kata Agus.

Baca Juga: Kunjungi Markas Yonif TP Deli Serdang, Menhan Sjafrie Tekankan Prajurit Harus Siap Digerakkan untuk OMP dan OMSP

Panglima TNI juga berpesan kepara para taruna agar tetap menjaga disiplin, loyalitas dan profesionalisme.

Penutupan Latsitarda Nusantara ke-46 ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian latihan integratif lintas matra dan institusi di Aceh.

Dalam latihan yang digelar sejak 17 Januari 2026, para taruna melakukan kegiatan Bhakti Taruna mencakup sasaran fisik berupa pembersihan fasilitas umum serta sasaran nonfisik, yang meliputi trauma healing, dapur umum ceria, pelayanan kesehatan, penyuluhan sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak di Aceh Tamiang.

Baca Juga: KRI Sembilang-850 Hajar Sasaran Terapung di Laut Kalbar, Meriam Seahawk Menggelegar

Adapun Latsitarda Nusantara ke-46 diikuti 1.980 personel, terdiri dari 510 Taruna Akademi Militer, 238 Taruna Akademi Angkatan Laut, 154 Taruna Akademi Angkatan Udara, 283 Taruna Akademi Kepolisian, 45 Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara, 292 Kadet Universitas Pertahanan RI, serta 458 personel pendamping.

Latihan sebagai tahapan akhir pendidikan sebelum dilantik menjadi perwira TNI dan Polri oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada akhir Juli 2026. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.