KRI Sembilang-850 Hajar Sasaran Terapung di Laut Kalbar, Meriam Seahawk Menggelegar

Jakarta, IDM – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sembilang-850 memuntahkan ratusan peluru di Perairan Barat Padang Tikar, Kalimantan Barat. Unsur bawah komando operasi (BKO) Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Kormada I ini sukses menghancurkan target dalam latihan penembakan taktis, pada Jumat (13/2).
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I, Letkol Laut (P) Ary Mahayasa, menjelaskan KRI Sembilang-850 mengerahkan senjata andalannya, yakni meriam Seahawk 30 mm dan senapan mesin berat Browning 12,7 mm.
"Prajurit membidik drum kosong sebagai sasaran terapung (floating target)" ujar Ary dalam keterangannya, dikutip Sabtu (14/2).
Ia melanjutkan, kru kapal mengeksekusi penembakan dengan akurasi tinggi. Juru tembak mengarahkan meriam 30 mm ke sasaran sejauh 1,5 mil laut (nautical mile).
"Sementara untuk senjata 12,7 mm, prajurit membidik target pada jarak 500 kaki (sekitar 457 meter)" jelasnya.

Kemudian, rim petembak menghabiskan amunisi sesuai rencana operasi. Mereka menembakkan 25 butir peluru ledak tinggi aksi ganda (High Explosive-Dual Action) dan 75 butir peluru serbaguna (Multipurpose) dari laras Seahawk 30 mm.
"Personel KRI Sembilang-850 juga memberondong sasaran dengan 200 butir peluru latihan menggunakan senjata pendamping," tambahnya.
Baca Juga: KSAU Tegaskan Lima Prioritas Transformasi TNI AU, Modernisasi Alpalhankam hingga Penguatan SDM
Ary mengapresiasi kesigapan para prajurit dalam latihan tersebut. Ia menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar tanpa kendala personel maupun materiel.
"Latihan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit matra laut. Kami terus mengasah naluri tempur juru tembak (gunners) untuk menjaga kesiapan operasional KRI dalam mengamankan wilayah perairan nasional," ujar Ary.
Selain itu, menurutnya latihan ini membuktikan komitmen Koarmada I dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia di wilayah perbatasan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































