Pesan KSAD Untuk Para Dansat: Perhatikan Kesejahteraan Anggota

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan pengarahan kepada pejabat dan Komandan Satuan (Dansat) jajaran Kodam III/Siliwangi di Lapangan Kodam III/Slw, Jumat, (25/2). Dalam arahannya, Dudung mengingatkan para Komandan Satuan agar selalu memperhatikan kesejahteraan prajurit.
“Saya ingatkan para Dansat agar memperhatikan kesejahteraan para prajurit dan selalu mengayomi serta berani mengambil keputusan secara cepat dan tepat,” ujar mantan Pangkostrad ini.

Dudung juga mengingatkan kepada para Dansat dan seluruh prajurit jajaran Kodam III/Slw untuk terus berbuat baik kepada masyarakat, termasuk mengatasi kesulitan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan positif dimanapun berada dan bertugas.
Para Komandan Satuan, tutur Dudung, harus menikmati kepemimpinannya dalam menjalankan tugas, selayaknya sebagai bapak, guru, dan sebagai komandan. Apabila ingin berhasil maka harus mengerti tujuan hidup. Kemudian jika ingin sukses maka maka ia harus mengetahui tugas pokok, mengerti dan menguasai segala keterbatasan dalam satuan.

“Termasuk keterbatasan dalam dirimu sendiri serta mengerti unsur-unsur manusia sebagai bapak, sebagai guru dan sebagai rekan. Mainkan itu semua pasti berhasil,” imbuhnya. (nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































