Pertama Kali, HUT ke-79 TNI AL Gelar Sailing Pass di KRI

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengungkapkan puncak peringatan HUT ke-79 TNI AL akan dirayakan dengan sailing pass di atas kapal perang atau KRI.
"Memang betul, Pada perayaan hari ulang tahun tni angkatan laut akan merayakan di Teluk Jakarta dan nanti juga akan sailing pass," ungkap Ali kepada awak media usai acara pameran lukisan Firdaus Alahmudi di Jakarta, Senin (2/9) malam.
Nantinya, lanjut Ali, kegiatan pelayaran ke Teluk Jakarta yang digelar pada puncak HUT ke-79 TNI AL juga sebagai uji coba untuk sailing pass angkatan laut pada peringatan hari lahir TNI, pada 5 Oktober mendatang.
"Ini baru kita uji coba di Teluk Jakarta di atas kapal perang, karena nanti harapannya pada saat 5 Oktober HUT TNI ini juga bisa kita pamerkan sailing passnya," kata Ali.
Adapun dalam rangka memperingati HUT ke-79 TNI AL, sejumlah kegiatan yang digelar meliputi tabur bunga di laut, ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan, dan kegiatan bakti sosial, pengobatan gratis, donor darah hingga makan siang bergizi bersama masyarakat pesisir.
Selain itu, TNI AL juga akan menggelar Naval Base Open Day (NBOD) di Komando Utama dan Pangkalan TNI AL (Lanal) di seluruh tanah air. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































