Pertajam Kemampuan Khusus, Prajurit Yontaifib 2 Marinir Berlatih Selam

Surabaya, IDM - Para prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 2 Marinir melaksanakan latihan selam menggunakan material khusus, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/9).
Latihan yang bertujuan mempertajam kemampuan khusus para prajurit Yontaifib 2 Marinir ini menggunakan metode close circuit yang mampu membantu penyelam dalam manuver dalam air.
Para prajurit Yontaifib 2 Marinir menggunakan scooter bawah air untuk mendekati sasaran di dalam air dengan cepat dan senyap sehingga memudahkan penyelam melakukan infiltrasi bawah air.
Saat memimpin latihan, Wadan Yontaifib 2 Marinir Mayor (Mar) Pujo Setiyono menyampaikan latihan ini diharapkan dapat mencapai hasil lyang maksimal secara efektif dan efisien.
"Selalu utamakan faktor keamanan atau zero accident," katanya, dikutip dari keterangan Dispen Kormar.
Latihan selam ini dalam rangka meningkatkan kemampuan serta profesionalisme para prajurit Yontaifib 2 Marinir untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pasukan khusus TNI AL.
Selain itu, juga sebagai bentuk implementasi perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono tentang membangun sumber daya manusia unggul dan profesional serta tangguh menghadapi segala ancaman. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































