Perkuat Kesiapan Pertahanan Nasional, Kemhan Ajukan Tambahan Anggaran Rp195 Triliun untuk 2027

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama TNI mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp195 triliun dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Tahun 2027 bersama Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan kekuatan pertahanan nasional tetap berjalan di tengah meningkatnya dinamika ancaman dan tuntutan tugas negara yang semakin kompleks.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan kebutuhan pertahanan Indonesia terus berkembang seiring perubahan lingkungan strategis global dan kebutuhan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sehingga Kemhan mengusulkan kebutuhan anggaran pertahanan tahun 2027 mencapai Rp667 triliun sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang pembangunan kekuatan pertahanan.
Baca Juga: Puslaiklambangjaau Perkuat Budaya Keselamatan Terbang dan Kerja lewat Basic Investigator Workshop
Namun, pagu indikatif yang ditetapkan pemerintah untuk sektor pertahanan saat ini berada pada angka Rp139 triliun.
Menyikapi kondisi tersebut, Kemhan melakukan evaluasi menyeluruh serta menetapkan berbagai prioritas agar program strategis pertahanan tetap dapat berjalan secara efektif.
Kemudian, Kemhan melalui Komisi I DPR RI mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp195 triliun untuk diteruskan kepada Badan Anggaran DPR RI.
Menurut Sjafrie, tambahan anggaran tersebut memiliki arti strategis bagi keberlangsungan sistem pertahanan nasional sekaligus menjaga stabilitas pembangunan negara.
“Hal ini tentunya mempunyai makna yang sangat besar terhadap kedaulatan negara karena sistem pertahanan negara itu adalah safety belt dari pembangunan nasional,” ujar Sjafrie.
Baca Juga: TNI Susun Konsep Pangkalan Terintegrasi Indonesia Timur, Didukung Sistem Berlapis dan Sensor-Komando
Tambahan anggaran yang diusulkan dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan modernisasi alat pertahanan, peningkatan kesiapan operasional TNI, serta penguatan kemampuan menghadapi berbagai tantangan keamanan nasional yang terus berkembang.
Selain menjalankan fungsi utama menjaga kedaulatan negara, TNI juga memikul berbagai tugas strategis lain sesuai amanat undang-undang, termasuk mendukung program pemerintah dalam pembangunan wilayah, penanganan dampak bencana alam, hingga penguatan stabilitas di kawasan strategis nasional.
Sjafrie menegaskan TNI harus siap menghadapi dinamika tugas yang semakin luas, tidak hanya berkaitan dengan sistem pertahanan negara, tetapi juga berbagai tugas pendukung pembangunan nasional yang diberikan pemerintah.
Menurutnya, sejumlah wilayah strategis yang menjadi center of gravity nasional, termasuk Papua dan beberapa daerah lainnya, membutuhkan pembangunan kekuatan pertahanan yang berkelanjutan guna menjaga stabilitas dan mendukung percepatan pembangunan.
“Contoh adalah yang berhubungan dengan center of gravity baik itu di Papua dan juga di beberapa tempat lain. Ini memerlukan pembangunan kekuatan,” kata Sjafrie.
Di samping itu, TNI juga terus menjalankan tugas-tugas kemanusiaan dan pembangunan infrastruktur untuk membantu pemerintah, terutama dalam mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana alam.
Baca Juga: TNI AD: Sadar Hukum, Puluhan Warga Eks-Zikon 15 Lenteng Agung Serahkan Rumah Dinas
“Sekarang TNI juga sedang menjalankan tugas untuk membangun jembatan dan sebagainya,” lanjutnya.
Sjafrie membeberkan pertahanan negara merupakan fondasi utama yang menopang seluruh agenda pembangunan nasional.
Maka dari itu, investasi pada sektor pertahanan harus dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembangunan dan stabilitas nasional dalam jangka panjang.
“Kami mengusulkan anggaran tambahan melalui Komisi I DPR RI untuk diteruskan kepada Badan Anggaran agar kami bisa menambah anggaran sebanyak Rp195 triliun. Harapannya tambahan ini bisa mendapatkan restu dari Badan Anggaran dan disetujui untuk menjadi alokasi anggaran APBN pertahanan negara tahun 2027,” pungkas Sjafrie.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































