HANKAM

TNI Susun Konsep Pangkalan Terintegrasi Indonesia Timur, Didukung Sistem Berlapis dan Sensor-Komando

Kohanudnas dan Kogabwilhan III
Pangkohanudnas Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra menerima audiensi Pangkobgabwilhan III Letnan Jenderal Lucky Avianto. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI tengah menyusun konsep pangkalan terintegrasi di Indonesia timur. Konsep itu dibahas saat Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra menerima audiensi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto di Markas Kohanudnas, Jakarta, Selasa (9/6).

Kedua pihak membahas kesiapan pertahanan modern yang tidak hanya ditentukan oleh kekuatan masing-masing matra, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan seluruh sumber daya pertahanan dalam satu sistem terpadu.

Baca Juga: TNI AD: Sadar Hukum, Puluhan Warga Eks-Zikon 15 Lenteng Agung Serahkan Rumah Dinas

Siaran pers Pusat Penerangan TNI menulis, konsep pangkalan terintegrasi TNI di Indonesia Timur akan dibangun sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasi gabungan TNI di wilayah strategis nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Pangkogabwilhan III memaparkan konsep pembangunan pangkalan yang mengintegrasikan kemampuan tiga matra untuk mendukung efektivitas operasi, memperkuat kehadiran negara, serta meningkatkan daya tangkal pertahanan di kawasan Indonesia timur.

Kohanudnas dan Kogabwilhan III
Jajaran Kohanudnas dan Kogabwilhan III membahas pangkalan terintegrasi di Indonesia timur. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Sementara itu, Pangkohanudnas menekankan bahwa pengembangan pangkalan terintegrasi perlu dirancang sebagai bagian dari sistem pertahanan yang menyeluruh.

Baca Juga: Presiden Prabowo Panggil Menhan dan Para Jenderal TNI ke Istana

“Pangkalan yang dibangun di kawasan strategis harus didukung sistem pengawasan dan pertahanan udara yang terintegrasi, berlapis, serta terhubung dengan unsur sensor dan komando kendali yang memadai,” ujar Marsdya Andyawan.

Dengan demikian, kata Andyawan, pangkalan tidak hanya mampu mendukung operasi gabungan, tetapi juga memiliki tingkat perlindungan yang optimal terhadap aset dan kepentingan strategis nasional.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.