HANKAM

Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Menhan Sjafrie Bertemu Menteri Pertahanan Malaysia

Menhan Indonesi-Malaysia.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) bersama Menteri Pertahanan Malaysia Yang Mulia Dato’ Seri Mohamed Khaled Nordin (kanan) berdiskusi mengenai penguatan hubungan kerja sama pertahanan. (Foto: Dok. KBRI Malaysia)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan Malaysia, Yang Mulia Dato’ Seri Mohamed Khaled Nordin di kantor Kemhan Malaysia, Kuala Lumpur, Senin (20/1).

Kunjungan ini menegaskan komitmen bersama kedua negara untuk memperkuat kerja sama pertahanan melalui berbagai inisiatif strategis.

Adapun Malaysia merupakan negara yang serumpun dengan Indonesia dan memiliki hubungan yang spesial khususnya di bidang pertahanan.

Baca Juga: Sathar 13 Lakukan Pemeliharaan Pesawat Hercules dengan Metode Non-Destructive Inspection, Ini Penjelasannya

Dalam pertemuan bilateral ini, kedua negara sahabat ini sepakat merumuskan sistem kolaborasi komprehensif di bidang teknologi pertahanan dengan memanfaatkan potensi industri masing-masing, sekaligus mendukung keputusan bersama dalam forum multilateral ADMM+.

"Kami sepakat merumuskan sistem kolaborasi komprehensif di bidang teknologi pertahanan dengan memanfaatkan potensi industri masing-masing," jelas Menhan Sjafrie.

Selama ini Indonesia telah menjalin kerja sama erat dengan Malaysia dalam berbagai bidang, di antaranya bidang pendidikan, intelijen, perdagangan, industri pertahanan, energi dan lain sebagainya.

“Indonesia berharap dapat menjalin kerja sama lebih erat lagi di bidang pertahanan, intelijen, industri pertahanan dan pendidikan yang lebih kuat dengan Malaysia," ungkapnya.

Baca Juga: Pimpin Sertijab, Danlanud Roesmin Nurjadin Soroti Peran Penting Skadron Udara 12

Sebagai langkah memperkuat ekosistem kerja sama regional, baik Indonesia dan Malaysia juga mendorong pengembangan ASEAN Defence Industry Collaboration (ADIC) sebagai simpul strategis untuk mewujudkan kolaborasi yang terstruktur dan berkelanjutan.

Diketahui, ADIC dibentuk untuk membentuk suatu platform alat pertahanan ataupun persenjataan yang dapat digunakan secara bersama dengan biaya yang cukup rendah.

Negara-negara Asia Tenggara yang terlibat di dalam ADIC pun merupakan negara yang memiliki kapabilitas militer dan industri pertahanan yang cukup mumpuni di kawasan. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.