Perkuat Kerja Sama dengan ICRC, TNI Komitmen Hukum Humaniter dan HAM jadi Pedoman di Setiap Operasi

Jakarta, IDM – TNI memperkuat kerja sama dengan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dalam rangka penguatan implementasi hukum humaniter internasional (HHI) dan hak asasi manusia (HAM) di lingkungan TNI.
Kedua belah pihak sepakat memperkuat kerja sama dalam pertemuan antara Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) dan HAM TNI Laksamana Muda Farid Ma'ruf dengan Head of the ICRC Regional Delegation for Indonesia and Timor Leste Martines Abel Wiliem de Boer di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (26/2).
Baca Juga: Ketika Modi ke Israel dan Prabowo ke Yordania
Kedua belah pihak sepakat melanjutkan kemitraan strategis, khususnya dalam peningkatan kapasitas prajurit TNI melalui program terkait prinsip-prinsip dasar HHI dan HAM.
"Kerja sama TNI dan ICRC selama ini telah memberikan sumbangsih positif dalam rangka mendukung implementasi penerapan hukum humaniter internasional dan HAM ke depan yang lebih baik,” kata Laksda Farid, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI, Sabtu (28/2).

Lebih lanjut, TNI senantiasa menjadikan HHI dan HAM sebagai pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas, baik dalam operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP).
“Penerapan prinsip-prinsip hukum tersebut penting tidak hanya dari aspek kemanusiaan, tetapi juga sebagai landasan legalitas tindakan prajurit di lapangan,” tutur Farid.
Baca Juga: Ikuti Kompetisi Hafalan Al-Qur’an, Dua Prajurit TNI Dikirim ke Libya
Melalui pertemuan dengan ICRC, TNI ingin meningkatkan diplomasi militer di kancah international lewat pengembangan program kerja sama yang adaptif terhadap dinamika tantangan tugas, termasuk dalam konteks keterlibatan TNI di berbagai misi pemeliharaan perdamaian dunia.
Farid berharap, kerja sama berkelanjutan antara Babinkum dan HAM TNI dengan ICRC semakin memperkokoh komitmen TNI dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan universal. (nma)
Hankam

Satgas TNI Sita Senjata OPM saat Susuri Sungai di Yahukimo, Sempat Diwarnai Kontak Tembak
Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir menyita senjata rakitan dan perlengkapan OPM di Kali Braza, Yahukimo, setelah terlibat kontak tembak singkat tanpa korban jiwa.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































