Perkuat Kemitraan Strategis, PT PAL Indonesia Tandatangani MoU dengan Naval Group

Jakarta, IDM – PT PAL Indonesia dan Naval Group menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah memperkuat kemitraan strategis. Agenda penandatanganan yang berlangsung di galangan kapal selam Naval Group di Cherbourg, Perancis ini dilakukan oleh Chief Marketing Officer (CMO) PT PAL Willgo Zainar dan Vice President Sales Director for Asia Pacific Naval Group, Nicolas Hersart de la Villemarqué.
Penandatanganan MoU ini bertujuan meningkatkan kapabilitas bersama dalam meraih pasar potensial baik dari dalam dan luar negeri. Kemitraan ini juga didasari pada kontrak yang telah ditandatangani sebelumnya dengan Kementerian Pertahanan Indonesia untuk pembangunan dua unit kapal selam Scorpene Evolved Lithium-Ion Battery yang akan sepenuhnya diproduksi di fasilitas hanggar kapal selam milik PT PAL di Surabaya, Indonesia.
Baca Juga: Yonif Raider 641/Beruang Tiba di Papua, Dapat Pesan Khusus Terkait OPM
Melalui penandatanganan MoU ini membuka jalan dalam kolaborasi yang lebih mendalam di luar konstruksi kapal selam. Salah satu proyek utama yang disoroti dalam kemitraan ini adalah pengembangan fregat multi misi Belh@rra (FDI). Fregat FDI, sebagai salah satu fregat dengan teknologi dengan persenjataan terbaik di dunia.
“Kolaborasi ini akan memungkinkan PT PAL Indonesia untuk memperoleh keahlian dalam teknologi modern dan terbaru kapal perang permukaan , sehingga menjadikan PT.PAL mitra lokal strategis bagi Naval Group di Indonesia” ungkap Willgo Zainar dalam rilis yang diterima Indonesiadefense.com, Kamis (6/6).
Baca Juga: Bahas Penguatan Industri Pertahanan, Prabowo Bertemu Dubes Slovakia
Willgo menambahkan bahwa nantinya PT PAL akan mendapatkan transfer of technology (ToT) penuh untuk desain kapal lengkap dengan teknologi tinggi dan modern serta manajemen pembangunan kapal fregat secara digital. Hal ini akan meningkatkan kapabilitas PT PAL dalam membangun kapal fregat canggih dan bersaing di pasar global.
Kemitraan strategis ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Perancis, khususnya di sektor pertahanan. Kerja sama yang terus ditingkatkan ini diharapkan dapat memenuhi jawaban atas penguasaan teknologi alutsista. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































