Peringati HUT ke-72, RSAU dr. Esnawan Antariksa Gelar Donor Darah

Jakarta, IDM - Memperingati HUT ke-72, Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa Jakarta, menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta, menggelar donor darah, Selasa (7/6/2022).
Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa Kolonel Kes dr. M. Roikhan Harowi, Sp THT-KL., M.Kes., mengatakan, donor darah yang dilaksanakan di ruang Andromeda RSAU dr.Esnawan Antaraliksa, sebagai wujud kepedulian segenap prajurit dan PNS TNI AU, membantu masyarakat.
Diharapkan, kegiatan ini bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat dan PMI Provinsi DKI Jakarta dalam hal penyediaan kebutuhan darah untuk masyarakat.

"Mudah-mudahan hari ini kita bisa menyumbangkan sekitar 500 kantong darah," ujar Ka RSAU dr. Esnawan Antariksa.
Lebih lanjut Ka RSAU dr. Esnawan Antariksa berharap, semoga kantong darah yang diberikan bisa memberikan manfaat untuk masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan tranfusi darah.
Kegiatan donor darah di gelar selama satu hari dengan mengangkat tema "Setetes Darahmu, Selamatkan Sejuta Jiwa".
Hadir pada kegiatan tersebut para Pejabat di jajaran RSAU dr. Esnawan Antariksa, dan Staf PMI Provinsi DKI Jakarta.
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































