Peringati Hari Bakti ke 75 TNI AU, Panglima Koopsudnas Hadiri Ziarah Nasional di TMPN Kalibata

Jakarta, IDM - Panglima Koopsudnas Marsdya TNI Andyawan Martono beserta Ketua PIA Ardhya Garini Gabungan Koopsudnas Ny. Shinta Andyawan Martono menghadiri upacara Ziarah Nasional dalam rangka Peringatan Ke-75 Hari Bakti TNI Angkatan Udara di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (26/7).
Upacara Ziarah Nasional dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.
Tujuan acara Ziarah Nasional ini, untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Rangkaian acara diawali dengan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur, peletakan karangan bunga dan diakhiri dengan tabur bunga bersama di Pusara para pahlawan, secara khusus di Pusara para pejuang dan pahlawan TNI Angkatan Udara.
Turut hadir diantaranya Pangkogabwilhan II, Ka BNPP, Irjenau, para Asisten Kasau, Koorsahli Kasau, para Kepala Dinas, para pejabat TNI AU, dan Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ny. Inong Fadjar Prasetyo beserta Pengurus Pusat PIA Ardhya Garini. (gin)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































