Peringatan Tiga Tahun KRI Nanggala, Pangkoarmada II Sambut Kehadiran Panglima AL Malaysia

Jakarta, IDM – Panglima Tentera Laut Diraja Malaysia Laksamana Datuk Abdul Rahman bin Ayob menghadiri acara peringatan tiga tahun kapal selam KRI Nanggala-402 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (18/4).
Dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (19/4), kedatangan Datuk Abdul disambut oleh Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo untuk mengikuti Commemoration The Service And Sacrifice Of Crew KRI Nanggala-402.
Dalam kesempatan tersebut, Ariantyo berharap kedatangan Datuk Abdul dapat menjaga tali silaturahmi dan hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Malaysia yang sudah terjalin dari dahulu hingga saat ini.
Baca Juga: Koarmada I Rencana Ajukan Kajian untuk Penempatan OPV Italia
Dijadwalkan kegiatan peringatan duka kapal selam KRI Nanggala-402 akan berlangsung selama tiga hari, yaitu dari 19-21 April. Rencananya, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.
Sebelumnya, KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak pada 21 April 2021. Beberapa hari kemudian, kapal selam itu dinyatakan tenggelam (subsunk). Ada 53 awak kapal yang gugur dalam insiden tersebut. Kapal selam disebut terbelah menjadi tiga bagian.
Proses pencarian dan upaya evakuasi yang juga melibatkan angkatan laut sejumlah negara dilakukan sebulan lebih, salah satu yang terlibat ialah Angkatan Laut Cina atau People Liberation Army (PLA Navy).
Baca Juga: Lengkapi Fasilitas Pembangunan Kasel, PT PAL Indonesia Gandeng Dua Mitra Strategis
Dalam operasi salvage KRI Nanggala-402, Cina mengirimkan tiga kapal, yaitu PLA Navy Ship Ocean Tug Nantuo-195, PLA Navy Ocean Salvage & Rescue Yong Xing Dao-863 dan Research Vessel (R/V) Tan Suo Er Hao. Dalam operasi salvage ini, telah dilaksanakan penyelaman sebanyak 20 kali dan berhasil mengangkat material-material penting.
Perwakilan pemerintah Cina saat itu menyampaikan lebih dari satu bulan PLA Navy dan TNI AL bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik untuk mengumpulkan dokumentasi berupa foto dan video serta melakukan pengangkatan sejumlah bagian dari KRI Nanggala-402 yang semua sudah diserahterimakan kepada pihak Indonesia. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































