Selasa, 21 Mei 2024

Lengkapi Fasilitas Pembangunan Kasel, PT PAL Indonesia Gandeng Dua Mitra Strategis

BACA JUGA

Jakarta, IDM – PT PAL Indonesia melakukan penandatanganan kerja sama strategis dengan Syncrolift AS untuk pengadaan shiplift, serta dilakukan penyerahan dokumen strategis pembangunan dermaga (jetty) bersama PT PP (Persero) di PT PAL Indoensia, Surabaya, Kamis (18/4).

“Dengan penandatanganan kontrak bersama Syncrolift AS dan PT PP (Persero), kami menegaskan kembali komitmen kami untuk memperluas jangkauan kolaborasi internasional kami sambil tetap memperkuat infrastruktur lokal kami,” ungkap CMO PT PAL Indonesia Willgo Zainar dalam keterangan tertulis PT PAL Indonesia yang diterima redaksi IDM pada Jumat (19/4).

Fasilitas shiplift dan dermaga yang akan dibangun merupakan bagian dari infrastruktur utama untuk mendukung proses operasional bisnis PT PAL Indonesia khususnya pembangunan dan pemeliharaan kapal selam (kasel).

Baca Juga: Ditunjuk sebagai Kadispenau, Ini Rekam Jejak Penugasan Kolonel Pnb Ardi Syahri

Teknologi yang digunakan pada shiplift ini tergolong modern dengan spesifikasi umum seperti kemampuan normal lifting capacity 6000 Ton hingga maximum lifting capacity 9240 ton, transfer system total capacity 3690 ton dengan dimensi panjang platform 100 meter dilengkapi dengan penggerak electrical motor dan tersertifikasi oleh Lloyds Register.

“Kerja sama strategis ini akan menjadi catatan sejarah bagi industri pertahanan dalam upaya pemenuhan fasilitas industri guna meningkatkan kapabilitas bidang pembangunan dan pemeliharaan kapal selam” kata Willgo.

Selaras dengan fokus pemerintah terhadap kemandirian maka penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk ini salah satunya dapat dilihat dari platform shiplift yang secara mandiri dan sepenuhnya dibangun oleh PT PAL Indonesia.

Baca Juga: Koarmada I Rencana Ajukan Kajian untuk Penempatan OPV Italia

Dampak yang diharapkan dari pembangunan fasilitas shiplift dan dermaga ini adalah peningkatan kesiapan PT PAL Indonesia sebagai galangan kapal yang mendukung whole local production produk kapal selam serta peningkatan kapasitas dan kemampuan produksi PT PAL.

Seperti diketahui, pada 28 Maret 2014 lalu, PT PAL Indonesia telah menandatangani kontrak pembangunan kapal selam pesanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bekerja sama dengan mitra strategis global.

Sebelumnya PT PAL Indonesia juga telah menerima tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari APBN Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.1,28 triliun untuk melengkapi fasilitas pembangunan kapal selam di antaranya adalah shiplift dan dermaga. (nhn)

BERITA TERBARU

INFRAME

Menhan Prabowo Serahkan Bantuan Bencana Alam di Sumatera Barat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/5).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER