Penuhi Kebutuhan Pemantauan Udara, PT Len dan Thales Teken Perjanjian Joint Venture

Jakarta, IDM - PT Len Industri (Persero) dan Thales telah meneken kesepakatan untuk membentuk perusahaan patungan atau joint venture (JV). Perjanjian yang ditandatangani oleh Dirut PT Len Industri (Persero) Bobby Rasyidin dan VP Thales Asia, Nicolas Bouverot ini akan diawali dengan didirikannya Center of Excellence pertama di Indonesia untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan pemantauan udara TNI AU, termasuk kerja sama radar dan command & control (C2) systems.
Thales akan memberikan keahliannya secara mendalam di bidang teknologi radar, melalui rencana transfer teknologi. JV ini juga akan bekerja sama dalam pengembangan radar nasional command & control (C2). Layanan terkait, termasuk kegiatan pemeliharaan, perbaikan dan perawatan (MRO), akan dilakukan di lokasi PT Len di Subang.
Baca Juga: Kodam I/BB Ungkap Jaringan Penyelundupan Moge, Rugikan Negara Rp20 Miliar
Dengan menyediakan layanan perbaikan, engineering, dan pemeliharaan di dalam negeri guna memastikan ketersediaan operasional secara maksimum di dekat pasukan Indonesia, JV ini akan memperkuat kedekatan pelanggan sekaligus untuk beradaptasi dengan cepat terhadap kebutuhan end-user.
Direktur Utama PT Len (Persero) Bobby Rasyidin mengungkapkan, jika kolaborasi yang tercipta dengan Thales dapat memperluas kemitraan dan membuka peluang baru yang dapat membawa teknologi canggih dan nilai lebih besar bagi industri pertahanan Indonesia.
“Melalui JV ini kami dapat membawa produk PT Len untuk bersaing di pasar global. Ke depannya, PT Len dan Thales akan mengembangkan produk dan solusi pertahanan yang memenuhi kebutuhan dan harapan end user kami di Indonesia,” ujar Bobby dalam rilis yang diterima Indonesiadefense, Selasa (4/6).
Baca Juga: Puspenerbal Kenalkan Terbang Formasi dengan Pesawat Piper kepada Siswa Penerbang TNI AL
Sementara itu Wakil Presiden Eksekutif Senior Thales Indonesia, Pascale Sourisse menyebut jika kemitraan antara PT Len dan Thales menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran Thales pada ekosistem pertahanan Indonesia.
“Kamis sedang membangun pondasi kami di Indonesia dan mendorong perubahan melalui pelatihan dan transfer teknologi. Kami harapkan JV ini akan membawa yang terbaik dari kedua negara,” ujarnya. (nhn)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































